Disebut Sudah Terlalu Tua? Martinez Pasang Badan Bela Cristiano Ronaldo

sport.fin.co.id - 16/02/2026, 12:21 WIB

Disebut Sudah Terlalu Tua? Martinez Pasang Badan Bela Cristiano Ronaldo

Ronaldo, Image: @cristiano / Instagram

fin.co.id - Isu usia kembali membayangi karier Cristiano Ronaldo. Di usia 41 tahun, banyak suara mempertanyakan relevansinya bersama tim nasional Portugal. Namun pelatih Portugal, Roberto Martínez, justru berdiri paling depan untuk membungkam kritik tersebut.

Alih-alih berbicara dengan emosi, Martinez memilih menjawab dengan data dan performa. Baginya, pemanggilan Ronaldo bukan soal nostalgia atau penghormatan masa lalu, melainkan kontribusi nyata yang masih terlihat hingga saat ini.

Kritik karena Usia, Jawaban dengan Angka

Perdebatan utama yang muncul adalah soal regenerasi. Sejumlah pihak menilai Portugal seharusnya memberi ruang lebih besar bagi pemain muda. Usia Ronaldo dianggap terlalu senior untuk terus menjadi bagian skuad utama.

Namun Martinez menolak pandangan itu secara tegas. Dalam wawancara bersama BBC, ia menekankan bahwa penilaian terhadap pemain harus didasarkan pada performa terkini, bukan tanggal lahir.

Ia menyatakan bahwa Ronaldo masih menjadi pencetak gol penting bagi Portugal. Bahkan dalam 30 pertandingan internasional terakhirnya, sang kapten mencetak 25 gol. Statistik tersebut menjadi fondasi utama pembelaan Martinez.

“Dia adalah pencetak gol dan pemain penting bagi kami. Yang terpenting bagi saya adalah pemain seperti apa dia sekarang. Bukan karena apa yang dia lakukan di masa lalu, tetapi karena apa yang dia lakukan saat ini,” demikian pernyataan Martinez yang diterjemahkan secara natural.

Angka tersebut sulit dibantah. Dalam sepak bola modern, produktivitas menjadi mata uang utama. Selama seorang pemain mampu memberi dampak langsung di lapangan, usia menjadi faktor sekunder.

Bukan Soal Nama Besar

Martinez juga membantah anggapan bahwa Ronaldo terus dipanggil karena status legenda. Ia menegaskan bahwa keputusan seleksi sepenuhnya berbasis performa.

Pernyataan ini penting karena sering kali pemain besar dituduh mendapat perlakuan istimewa. Namun pelatih Portugal itu ingin menghapus persepsi tersebut. Menurutnya, setiap pemain dinilai dari kontribusi aktual.

Pendekatan ini mencerminkan profesionalisme dalam manajemen tim nasional. Di level internasional, tekanan publik sangat besar. Setiap keputusan dapat memicu polemik. Karena itu, Martinez memilih berdiri dengan data sebagai dasar argumentasi.

Ambisi di Piala Dunia

Di tengah kritik yang mengemuka, Ronaldo justru tengah mempersiapkan diri untuk tampil di Piala Dunia yang kemungkinan menjadi yang terakhir dalam kariernya. Ambisi untuk meraih satu-satunya trofi besar yang belum ia miliki bersama Portugal menjadi motivasi tambahan.

Makruf
Makruf
Penulis

Penulis FIN.CO.ID