Martinez melihat determinasi itu secara langsung. Ia menilai kondisi fisik Ronaldo masih sangat kompetitif dan tidak menunjukkan penurunan signifikan. Bahkan, ia menyebut bahwa secara statistik kebugaran, Ronaldo masih berada di level yang memungkinkan untuk terus bermain di level tertinggi.
Bagi sang pelatih, keputusan pensiun sepenuhnya berada di tangan pemain. Ia percaya Ronaldo cukup kritis terhadap dirinya sendiri untuk mengetahui kapan waktunya berhenti.
Performa atau Persepsi?
Kasus ini kembali membuka diskusi klasik dalam sepak bola: apakah usia harus menjadi batas utama, atau performa yang lebih menentukan?
Dalam konteks Ronaldo, Martinez jelas memilih opsi kedua. Selama kontribusi nyata masih terlihat, selama gol masih tercipta, dan selama tim masih terbantu, pintu tim nasional tetap terbuka.
Kritik mungkin akan terus datang. Namun untuk saat ini, satu hal yang sulit dibantah adalah produktivitas Ronaldo bersama Portugal.
Dengan dukungan penuh pelatih dan catatan gol yang konsisten, Cristiano Ronaldo belum menunjukkan tanda akan menyerah pada usia. Sebaliknya, ia justru bersiap menghadapi panggung terbesar sekali lagi.
Baca Juga
Referensi:
BBC Sport – Interview with Roberto Martínez on Cristiano Ronaldo
Marca – Portugal coach predicts when Cristiano Ronaldo will retire