fin.co.id - Panggung megah Liga Champions 2025/2026 kembali menyajikan duel sengit pada babak play-off fase gugur. Pertandingan leg pertama antara Qarabag FK melawan Newcastle United akan berlangsung di Tofiq Bahramov Republican Stadium, Baku. Laga bersejarah ini dijadwalkan memulai sepak mula pada Kamis 19 Februari 2026 pukul 00.45 WIB.
Pertemuan ini menandai sejarah baru bagi kedua belah pihak. Ini merupakan perjumpaan perdana Qarabag dan Newcastle di kompetisi resmi UEFA. Bagi Newcastle, kunjungan ini menjadi pengalaman pertama mereka menjajal kekuatan wakil dari Azerbaijan di pentas Eropa. Sementara bagi Qarabag, laga ini adalah bukti nyata keberhasilan mereka menembus jajaran elit klub-klub Benua Biru.
Qarabag FK datang dengan status yang sangat membanggakan. Mereka mencatatkan diri sebagai tim asal Azerbaijan pertama yang mampu melaju hingga fase gugur Liga Champions. Keberhasilan ini bukanlah sebuah kebetulan semata, melainkan buah dari kesabaran manajemen klub.
Sejak tahun 2008, pelatih Gurban Gurbanov telah membangun fondasi tim dengan sangat kuat. Di bawah arahannya, Qarabag menjelma menjadi tim yang tidak hanya dominan di liga domestik, tetapi juga kompetitif di level internasional. Musim ini, Gurbanov menerapkan filosofi permainan yang sangat atraktif dan agresif.
Rekor mereka di fase liga menjadi sinyal bahaya bagi tim tamu. Qarabag secara mengejutkan mampu memetik kemenangan atas tim-tim besar seperti Benfica, Copenhagen, hingga raksasa Jerman, Eintracht Frankfurt. Bahkan, mereka berhasil menahan imbang Chelsea, yang membuktikan bahwa kualitas permainan Qarabag tidak bisa dipandang sebelah mata.
Baca Juga
Newcastle United Berusaha Bangkit di Tengah Krisis
The Magpies terbang ke Baku dengan membawa modal positif dari kompetisi domestik. Skuat asuhan Eddie Howe baru saja mengamankan dua kemenangan beruntun yang sangat krusial. Mereka sukses menundukkan Tottenham Hotspur dengan skor 2-1 di liga, kemudian melanjutkannya dengan kemenangan meyakinkan 3-1 atas Aston Villa di ajang Piala FA.
Dua kemenangan tersebut sedikit meredakan tekanan besar yang menghimpit pundak Eddie Howe. Manajer asal Inggris tersebut memang sempat mendapatkan sorotan tajam setelah performa tim yang naik-turun. Atmosfer di ruang ganti Newcastle kini jauh lebih kondusif menjelang lawatan jauh ke Azerbaijan.
Namun, tantangan terbesar Newcastle bukan hanya soal jarak tempuh, melainkan krisis pemain yang melanda. Tim medis Newcastle melaporkan daftar cedera yang sangat panjang. Pemain-pemain kunci seperti Bruno Guimaraes, Joelinton, Tino Livramento, Fabian Schar, hingga Emil Krafth sudah dipastikan absen dalam laga krusial ini.
Baca Juga
Eddie Howe juga masih memantau kondisi Sven Botman, Lewis Miley, dan Yoane Wissa yang belum pulih seratus persen. Situasi darurat ini memaksa Howe memutar otak untuk mengandalkan pemain pelapis yang tersedia demi menjaga stabilitas tim di kancah Eropa.
Adu Tajam Lini Depan
Sektor penyerangan akan menjadi faktor penentu dalam laga ini. Qarabag memiliki duet maut dalam diri Camilo Duran dan Andrade. Kedua pemain ini bertindak sebagai motor serangan sekaligus mesin gol utama. Statistik mencatat bahwa Duran dan Andrade menyumbang tujuh dari total 13 gol tim selama fase liga, atau setara dengan 53,8 persen dari total produktivitas tim.
Di kubu tim tamu, Newcastle akan menggantungkan harapan penuh kepada Anthony Gordon. Pemain lincah ini menjadi tumpuan utama serangan Newcastle di Liga Champions dengan koleksi enam gol dan dua assist. Catatan Gordon hanya kalah tipis dari beberapa penyerang elit Eropa lainnya musim ini.
Selain Gordon, Newcastle memiliki Harvey Barnes yang juga tampil impresif. Barnes telah membukukan lima gol dan satu assist di kompetisi Eropa. Jika digabungkan, kontribusi Gordon dan Barnes menyumbang hampir dua pertiga dari total gol Newcastle musim ini. Kolaborasi keduanya diharapkan mampu membongkar pertahanan disiplin yang diterapkan oleh Qarabag.