Toprak Belum Pede Ngebut di MotoGP, Adaptasi Ban Jadi Tantangan

sport.fin.co.id - 25/02/2026, 10:04 WIB

Toprak Belum Pede Ngebut di MotoGP, Adaptasi Ban Jadi Tantangan

Toprak, Image: @toprakrazgatlioglu7 / Instagram

fin.co.id - Perpindahan Toprak Razgatlioglu ke MotoGP membawa ekspektasi besar. Statusnya sebagai juara World Superbike membuat banyak pihak membayangkan ia akan langsung kompetitif. Namun kenyataan di lintasan berkata lain. Tes pramusim di Buriram menunjukkan bahwa proses adaptasi masih jauh dari selesai.

Toprak harus memulai musim dengan tantangan yang tidak ringan. Ia bukan hanya menghadapi motor prototipe yang sepenuhnya berbeda dengan motor produksi di WorldSBK, tetapi juga harus membiasakan diri dengan karakter ban Michelin yang digunakan di MotoGP. Perubahan ini berdampak langsung pada gaya balapnya, terutama saat memasuki tikungan.

Ia mengakui secara terbuka bahwa rasa percaya diri belum sepenuhnya terbentuk. “Saya selalu mencoba yang terbaik, tapi catatan waktu tidak datang. Saya mulai merasa sedih,” ujarnya setelah sesi tes berakhir.

Kalimat itu menggambarkan situasi yang tidak biasa baginya. Selama bertahun-tahun di WorldSBK, Toprak hampir selalu berada di barisan depan. Kini, ia harus menerima posisi terakhir di antara pebalap penuh waktu pada hari terakhir tes Buriram.

Ban Depan Jadi Titik Kritis

Masalah terbesar Toprak terletak pada ban depan Michelin. Ia merasa belum sepenuhnya memahami batas cengkeraman saat masuk tikungan. Dalam MotoGP, kepercayaan terhadap ban depan sangat menentukan kecepatan masuk tikungan dan stabilitas motor.

“Ketika saya pindah ke MotoGP, saya mengerti ban dan motor benar-benar berbeda. Saya perlu beradaptasi. Tapi saya belum benar-benar beradaptasi, terutama dengan ban depan,” ungkapnya.

Perbedaan karakter ban antara WorldSBK dan MotoGP memang signifikan. Ban Michelin di MotoGP memiliki konstruksi dan respons berbeda, terutama pada fase pengereman keras dan saat motor direbahkan dengan sudut ekstrem. Bagi pebalap yang terbiasa mengandalkan feeling agresif seperti Toprak, penyesuaian ini membutuhkan waktu.

Meski demikian, ada tanda-tanda kemajuan. Ia mulai menemukan solusi untuk mengurangi wheelspin saat keluar tikungan. Dengan ban medium bekas, ia mencatat waktu yang lebih kompetitif dibanding sebelumnya. Walau selisih waktunya masih cukup jauh dari barisan depan seperti yang dicatat oleh Marco Bezzecchi, progres kecil itu memberi harapan.

Dukungan Datang dari Fabio Quartararo

Di tengah tekanan adaptasi, dukungan datang dari sesama pebalap Yamaha, Fabio Quartararo. Mantan juara dunia itu terlihat berbicara langsung dengan Toprak di garasi tim.

“Secara mental ini sulit untuknya. Dia selalu di tiga besar di Superbike, dan saya melihat dia benar-benar putus asa,” kata Quartararo.

Ia menekankan bahwa situasi ini normal bagi pebalap yang baru masuk ke MotoGP, terlebih lagi ketika motor yang digunakan masih dalam tahap pengembangan. Yamaha sendiri tengah berupaya meningkatkan performa mesin V4 terbaru mereka. Data tes menunjukkan pabrikan Jepang itu belum mengalami lompatan signifikan dibanding kompetitor seperti Ducati dan Aprilia.

Quartararo juga berbagi pengalaman pribadinya. Ia mengaku berharap pernah mendapatkan nasihat serupa saat menjalani tes MotoGP pertamanya. Menurutnya, dukungan kecil bisa berdampak besar bagi pebalap yang sedang berjuang membangun ulang kepercayaan diri.

Makruf
Makruf
Penulis

Penulis FIN.CO.ID