Sejak Sir Jim Ratcliffe mengambil 29 persen saham klub dua tahun lalu, langkah efisiensi dilakukan secara agresif. Dua gelombang pengurangan karyawan memangkas sekitar 450 posisi, dan sejumlah fasilitas staf dihentikan.
Manajemen mengklaim kebijakan ini memungkinkan investasi lebih besar pada pengembangan sepak bola dan infrastruktur data. Namun efisiensi operasional belum cukup untuk menghapus beban utang historis.
Di tengah kondisi tersebut, rencana pembangunan stadion baru yang diperkirakan menelan biaya lebih dari £2 miliar akan menjadi tantangan finansial berikutnya.
Laba Tidak Menghapus Beban
Keuntungan Rp758 miliar memang menunjukkan perbaikan operasional. Namun dibandingkan total kewajiban Rp29,6 triliun, angka tersebut masih jauh dari cukup untuk secara signifikan mengurangi utang.
Manchester United kini berada pada titik krusial: menjaga stabilitas finansial sambil mengejar prestasi olahraga. Kembalinya ke Liga Champions dipandang sebagai salah satu kunci untuk memperkuat fondasi keuangan klub di masa depan.
Referensi:
Baca Juga
BBC News, Man Utd debt up to £1.3bn despite profit of £33m