Max Verstappen Bicara soal Pensiun Dini, Empat Gelar Sudah Cukup?

sport.fin.co.id - 27/02/2026, 11:44 WIB

Max Verstappen Bicara soal Pensiun Dini, Empat Gelar Sudah Cukup?

Max Verstappen, Image: @maxverstappen1 / Instagram

fin.co.id - Max Verstappen kembali mengguncang paddock Formula 1. Juara dunia empat kali itu secara terbuka mengisyaratkan bahwa waktunya di ajang balap paling bergengsi tersebut mungkin tidak akan berlangsung selama yang dibayangkan banyak orang. Dalam sebuah wawancara podcast, pembalap asal Belanda itu mengaku merasa dirinya “jelas lebih dekat ke akhir” kariernya di F1.

Pernyataan itu langsung memicu spekulasi. Di usia 28 tahun, Verstappen justru berada dalam fase emas kariernya. Ia masih terikat kontrak jangka panjang bersama Red Bull hingga akhir 2028. Namun, di balik dominasi dan statusnya sebagai ikon modern F1, muncul tanda-tanda bahwa ambisinya tak lagi semata tentang gelar dan rekor.

Regulasi Baru dan Rasa Tidak Menikmati

Salah satu faktor yang disinggung Verstappen adalah arah regulasi baru Formula 1, terutama mobil generasi 2026. Ia sebelumnya menyebut mobil baru tersebut “tidak terlalu menyenangkan” dan bahkan mengibaratkannya seperti “Formula E dengan steroid.” Komentar itu menunjukkan ketidakpuasan terhadap evolusi teknis F1 yang dianggapnya mengurangi sensasi mengemudi.

Menurut Verstappen, regulasi saat ini tidak membantu memperpanjang kariernya di F1. Ia mengaku sudah sangat puas dengan pencapaiannya sejauh ini dan merasa tidak memiliki beban untuk terus memburu tambahan gelar.

“Sejujurnya, saya sudah sangat bahagia dengan karier saya di F1. Saya bisa meninggalkannya dengan mudah. Saya punya banyak proyek lain,” ujarnya.

Ucapan tersebut bukan sekadar keluhan sesaat. Verstappen selama ini dikenal blak-blakan terhadap arah olahraga ini, termasuk soal kalender balap yang semakin padat dengan 24 seri per musim. Intensitas perjalanan global dan tekanan kompetitif menjadi bagian dari pertimbangan pribadinya.

Empat Gelar atau Sepuluh, Apa Bedanya?

Menariknya, Verstappen juga menyatakan bahwa warisan atau rekor bukanlah sesuatu yang ia kejar mati-matian. Dalam pandangannya, jumlah gelar juara dunia tidak akan terlalu berarti ketika usia semakin menua.

“Siapa yang peduli saat kamu berusia 60 atau 70 tahun apakah kamu punya empat gelar atau sepuluh? Kamu makin tua dan saya lebih memilih menghabiskan waktu itu bersama keluarga,” tuturnya.

Pernyataan ini memperlihatkan perubahan perspektif. Setelah menjadi ayah pada 2025, prioritas hidup Verstappen tampak bergeser. Ia berbicara tentang pentingnya menikmati momen bersama keluarga dan sahabat, seperti ketika menghabiskan waktu liburan bermain ski bersama orang-orang terdekatnya.

Baginya, hidup tidak hanya soal memburu titel kejuaraan 24 kali dalam setahun. “Saya ingin menikmati hidup. Kita hanya hidup sekali dan saya tidak ingin menghabiskan 25 tahun hanya untuk balapan mobil,” katanya lagi.

Opsi Sportscar dan Dunia di Luar F1

Spekulasi makin menguat karena Verstappen juga pernah menjalani debut GT3 dengan hasil impresif. Ia tidak menutup kemungkinan beralih penuh ke balap sportscar suatu hari nanti. Dunia balap ketahanan menawarkan kalender yang lebih fleksibel serta tekanan berbeda dibandingkan F1.

Makruf
Makruf
Penulis

Penulis FIN.CO.ID