Balap . 28/02/2026, 09:40 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
fin.co.id - Awal musim MotoGP 2026 langsung menyoroti dominasi Aprilia, terutama saat sesi latihan bebas di Grand Prix Thailand di Buriram. Setelah setahun penuh perkembangan, motor RS-GP kini menunjukkan performa yang konsisten dan siap menantang Ducati di berbagai trek.
Marco Bezzecchi tampil impresif dengan mencatatkan rekor lap 1m28.526s pada latihan yang diguyur hujan, unggul 0,421 detik dari pesaing terdekatnya, Marc Marquez. Jorge Martin, meski baru menjalani dua hari pengujian, berhasil masuk Q2, sementara Ai Ogura menempatkan Aprilia tiga pembalap dalam sepuluh besar meski sempat terjatuh di Tikungan 7.
Fabiano Sterlacchini, kepala teknisi Aprilia, menekankan kerja keras tim selama musim dingin sebagai faktor utama performa ini. Inovasi paling menonjol yang menarik perhatian adalah konsep aero ‘f-duct’ yang pertama kali diperkenalkan di Formula 1 pada 2010.
Sistem ini memungkinkan pembalap menutup lubang dengan lengan saat menunggang motor di trek lurus, sehingga mengurangi hambatan udara dan meningkatkan kecepatan puncak RS-GP. Dengan pengembangan mesin dibekukan hingga regulasi 2027, aero f-duct menjadi solusi cerdas untuk meraih keunggulan top speed.
Marc Marquez mengamati bahwa keunggulan Aprilia tidak semata karena f-duct. Kemampuan motor untuk bekerja optimal dengan casing ban yang lebih keras, seperti yang digunakan Michelin di Buriram, juga memberi keunggulan stabilitas saat keluar dari tikungan. Aprilia mampu menjaga grip sekaligus akselerasi, membuat Bezzecchi dan tim tampil percaya diri sejak lap pertama.
Data latihan Jumat menunjukkan Bezzecchi memiliki kecepatan rata-rata 1m29.711s dalam sembilan lap menggunakan ban lunak yang bertahan hingga 13 lap, hanya sedikit di belakang Fabio Di Giannantonio dengan Ducati.
Meskipun Ducati memiliki rute data yang jelas untuk menantang Aprilia, performa konsisten Bezzecchi membuatnya layak diperhitungkan sebagai favorit di kualifikasi dan sprint.
KTM, yang tetap menempati posisi ketiga, menunjukkan potensi podium melalui Pedro Acosta. Rata-rata kecepatan Acosta pada enam lap adalah 1m29.954s, mengindikasikan bahwa meski mampu bersaing, satu-lap pace menjadi kendala utama dibanding Aprilia.
Hal ini menegaskan bahwa inovasi dan pengembangan teknis, seperti aero f-duct Aprilia, mampu menciptakan perbedaan nyata di awal musim.
Keunggulan Aprilia di Buriram menjadi bukti nyata bagaimana inovasi teknis, kerja tim yang solid, dan adaptasi ban yang tepat dapat memberikan keuntungan kompetitif di MotoGP.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media