Balap . 02/03/2026, 06:05 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
fin.co.id - Akhir pekan di Buriram menghadirkan dua cerita berbeda bagi Marco Bezzecchi. Pada Sprint Race, ia tampil sangat cepat, namun agresivitasnya berujung kesalahan. Saat memimpin balapan, ia terjatuh dan kehilangan peluang kemenangan. Momen itu sempat mengganggu ritme dan kepercayaan dirinya.
Bezzecchi mengakui bahwa pada hari Sabtu ia mungkin meminta terlalu banyak dari dirinya dan motornya. Ia menjelaskan bahwa kesalahan kecil di tikungan terjadi karena terlalu memaksakan kecepatan masuk. Ia juga menyebut dirinya sempat gugup di Sprint, mencoba memangkas sudut terlalu dalam dan membawa terlalu banyak corner speed.
Namun, balapan utama pada hari Minggu menjadi panggung pembuktian.
Alih-alih larut dalam kekecewaan, Bezzecchi memilih untuk bangkit. Ia datang ke grid dengan pendekatan berbeda: lebih tenang, lebih terukur, dan tidak memaksakan situasi.
Sejak start, ia langsung membangun jarak dari para pesaing. Ia tahu ritmenya cukup kuat untuk memimpin, asalkan tidak mengulangi kesalahan sehari sebelumnya. Ia sempat mengatakan bahwa jika bisa memulai dengan baik dan tetap lebih kalem, ia yakin dapat menciptakan celah sejak awal balapan.
Strategi itu berjalan sempurna. Ia memimpin dari start hingga finis tanpa tekanan berarti dari belakang.
Meski terlihat dominan, balapan tersebut tidak sepenuhnya mudah. Keausan ban menjadi tantangan utama sepanjang lomba. Bezzecchi menyebut kondisi tersebut cukup kritis, terutama dalam menjaga performa ban tetap stabil hingga lap-lap akhir.
Kerja tim memainkan peran besar. Set-up motor yang tepat memungkinkan ia mengelola jarak dengan efektif tanpa mengorbankan konsistensi waktu lap. Tidak ada manuver berlebihan. Tidak ada risiko tak perlu. Semua dijalankan dengan disiplin tinggi.
Hasilnya adalah kemenangan bersih yang menegaskan kematangannya sebagai pembalap papan atas.
Kemenangan ini membuat Bezzecchi menjadi pembalap pertama Aprilia yang meraih tiga kemenangan grand prix kelas utama secara beruntun. Capaian tersebut mempertegas lonjakan performa pabrikan asal Noale itu musim ini.
Aprilia tampil impresif di Thailand. Empat pembalapnya menembus lima besar, menunjukkan kekuatan kolektif tim. Dominasi ini memberi sinyal bahwa persaingan musim ini semakin terbuka dan tidak lagi dimonopoli satu pabrikan saja.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media