Balap . 02/03/2026, 07:30 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Insiden yang menimpa Marquez bukan satu-satunya masalah Ducati di Thailand. Performa keseluruhan tim pabrikan Italia itu dinilai jauh dari ekspektasi.
Padahal saat tes pramusim di sirkuit yang sama, Ducati tampil dominan. Namun saat balapan resmi, situasinya berbeda. Tardozzi mengakui motor terasa berbeda dibandingkan saat pengujian, dan hingga kini tim belum memahami sepenuhnya penyebab perubahan tersebut.
Aprilia justru tampil impresif sepanjang akhir pekan, dengan kecepatan konsisten dari para pebalapnya. Sementara itu, Ducati gagal menempatkan satu pun motor di podium.
Akibat hasil tersebut, rekor 88 podium beruntun Ducati akhirnya terhenti. Ini menjadi balapan pertama sejak MotoGP Inggris 2021 tanpa satu pun Desmosedici di tiga besar.
Hasil di Thailand menjadi alarm dini bagi Ducati. Selain persoalan teknis yang tidak biasa, performa balap yang tidak konsisten juga menimbulkan tanda tanya besar.
Marquez sendiri sebenarnya menunjukkan daya juang tinggi dengan kembali merangsek ke barisan depan sebelum insiden terjadi. Namun di MotoGP, kesalahan kecil atau faktor eksternal seperti karakter lintasan bisa berdampak besar.
Balapan di Buriram memperlihatkan bahwa musim ini akan berjalan lebih ketat. Jika Ducati tidak segera memahami perubahan karakter motornya, persaingan dengan Aprilia dan pabrikan lain bisa semakin sulit.
MotoGP Thailand 2026 bukan sekadar seri pembuka. Ia menjadi pengingat bahwa dominasi masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.
Crash.net – Ducati explains Marc Marquez’s Thai MotoGP tyre failure: ‘The rim exploded’
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media