Marquez Sial di MotoGP Thailand, Ducati Ungkap Penyebab Velg Ban Pecah Mendadak

sport.fin.co.id - 02/03/2026, 07:30 WIB

Marquez Sial di MotoGP Thailand, Ducati Ungkap Penyebab Velg Ban Pecah Mendadak

Marquez dan Bezzecchi, Image: @marcmarquez93 / Instagram

fin.co.id - Marc Marquez datang ke Sirkuit Buriram dengan ekspektasi tinggi. Statusnya sebagai juara dunia bertahan membuat namanya kembali dijagokan di seri pembuka musim. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Balapan utama MotoGP Thailand berubah menjadi mimpi buruk setelah ia dipaksa menghentikan motornya akibat masalah teknis yang tak biasa.

Bos tim Ducati, Davide Tardozzi, akhirnya angkat bicara dan mengungkap fakta mengejutkan: bukan sekadar ban bocor, melainkan velg yang pecah usai menghantam kerb di Tikungan 4.

Insiden Tikungan 4 yang Mengubah Segalanya

Balapan di Buriram berjalan sulit sejak awal bagi Marquez. Start yang kurang optimal membuatnya tercecer dari posisi podium. Perlahan ia memperbaiki ritme dan mulai mendekati Raul Fernandez dalam perebutan posisi tiga.

Namun pada lap ke-21 dari total 26 putaran, segalanya berubah drastis. Motor Desmosedici yang ia tunggangi kehilangan tekanan angin secara mendadak. Ia terpaksa masuk pit dan mengakhiri balapan lebih cepat.

Menurut Davide Tardozzi, insiden itu bermula dari benturan keras dengan kerb di Tikungan 4.

Ia menjelaskan bahwa Marquez menghantam bagian tepi apex dan benturan tersebut merusak velg depan. Dalam pernyataannya kepada TNT Sport, Tardozzi menyebut situasi itu sebagai sesuatu yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Ia menegaskan bahwa kehilangan tekanan ban terjadi karena velg yang pecah seketika.

Tardozzi juga mengakui bahwa banyak pebalap melebar di tikungan yang sama sepanjang akhir pekan, namun hanya Marquez yang mengalami kerusakan separah itu. Faktor keberuntungan pun disebut berperan besar.

Michelin Soroti Faktor Panas dan Kerb Agresif

Penjelasan tambahan datang dari Direktur Motorsport Michelin, Piero Taramasso. Ia menyebut bahwa masalah velg bengkok sebenarnya sudah muncul sejak awal akhir pekan.

Suhu lintasan Buriram yang sangat tinggi dikombinasikan dengan karakter kerb yang agresif disebut membuat material velg bekerja dalam kondisi ekstrem. Ia mengungkapkan bahwa beberapa velg kembali ke garasi dalam kondisi bengkok sepanjang akhir pekan.

Taramasso juga membandingkan insiden Marquez dengan kasus yang dialami Jorge Martin sehari sebelumnya. Martin mengalami kehilangan tekanan secara perlahan setelah menghantam kerb, sementara Marquez kehilangan seluruh tekanan dalam waktu singkat karena kerusakan yang lebih parah.

Perbedaan ini memperlihatkan betapa tipisnya batas antara insiden kecil dan kegagalan total dalam balapan modern MotoGP.

Ducati Kehilangan Ritme dan Putus Rekor Podium

Makruf
Makruf
Penulis

Penulis FIN.CO.ID