Performa Kontras KTM di MotoGP Thailand: Vinales Frustrasi, Acosta Bersinar

sport.fin.co.id - 04/03/2026, 10:15 WIB

Performa Kontras KTM di MotoGP Thailand: Vinales Frustrasi, Acosta Bersinar

Pedro Acosta, Image: @37pedroacosta / Instagram

fin.co.id - Awal musim MotoGP 2026 di Thailand menunjukkan perbedaan performa yang mencolok di antara pembalap KTM. Pedro Acosta, pembalap muda asal Spanyol, merayakan kemenangan pertamanya di Sprint pada hari Sabtu, sekaligus menjadi kemenangan pertama KTM sejak 2023.

Kemenangan ini diikuti dengan finis posisi kedua di Grand Prix, di belakang Marco Bezzecchi dari Aprilia. Dominasi Acosta terlihat jelas, terutama di sektor yang biasanya menjadi tantangan bagi tim KTM, menunjukkan kematangan dan adaptasi yang cepat terhadap RC16.

Kesulitan Pembalap KTM Lainnya

Sementara Acosta tampil impresif, rekan satu timnya menghadapi tantangan besar. Brad Binder sebagai anggota tim pabrikan terbaik dari sisanya hanya mampu finis keenam di Sprint dan ketujuh di Grand Prix, tertinggal 11,820 detik dari Acosta pada hari Minggu. Enea Bastianini dari tim Tech3 berhasil meraih poin, dengan posisi 17 di Sprint dan 12 di Grand Prix.

Maverick Vinales justru mengalami akhir pekan yang penuh frustrasi. Pembalap yang sebelumnya membawa harapan KTM di awal musim lalu ini finis 19 di Sprint (+21,445 detik) dan 16 di Grand Prix (+36,545 detik).

Vinales menyebut masalah utama adalah kurangnya grip di bagian depan motor, sehingga sulit melakukan manuver di tikungan dan kecepatan menurun secara signifikan di mid-corner.

Analisis Masalah Vinales

Vinales menjelaskan, “Kami mencoba berbagai hal, tapi pada akhirnya kesimpulannya sama. Kami kehilangan banyak grip depan, sehingga saya tidak bisa menekuk di tikungan, bagian depan motor selalu meluncur, dan saya sangat lambat di tengah tikungan.”

Ia juga menyoroti inkonsistensi performa, dengan beberapa tikungan yang hampir berakhir di gravel meski titik pengereman sama.

Pembalap asal Spanyol ini menambahkan, setiap hari selama akhir pekan lomba kondisinya semakin memburuk. Ia menyebut kemungkinan penyebabnya adalah perubahan kondisi lintasan yang menambah grip belakang, sehingga bagian depan menjadi lebih sulit menempel di aspal.

Kontras dengan Acosta yang berhasil memanfaatkan posisi tubuh dan gaya balap untuk menghasilkan grip depan yang lebih baik, Vinales merasa kalah di area yang sama.

Dampak Hasil Thai MotoGP

Hasil ini menandai pertama kali Vinales gagal meraih poin Grand Prix sepanjang kariernya di kelas dunia, sejak debut di 125cc pada 2011. Sementara itu, Acosta dan KTM merayakan pencapaian penting, menghidupkan optimisme tim untuk sisa musim 2026.

Perbedaan performa ini menyoroti pentingnya adaptasi individu terhadap karakter motor dan lintasan, serta bagaimana faktor grip dapat memengaruhi hasil balapan di level tertinggi MotoGP.

Makruf
Makruf
Penulis

Penulis FIN.CO.ID