fin.co.id - Debut MotoGP untuk juara dunia WorldSBK, Toprak Razgatlioglu, di Thailand 2026 menghadirkan tantangan besar sekaligus tanda-tanda progres.
Meski belum berhasil finis di posisi teratas, ada momen di mana ia menunjukkan performa yang kompetitif, bahkan menjadi pembalap Yamaha tercepat pada beberapa lap, baik di Sprint maupun di grand prix.
Pada balapan Sprint, Razgatlioglu sempat jatuh namun berhasil kembali ke lintasan dan menempati posisi ke-20.
Di Grand Prix, ia mampu mengikuti kecepatan rekan-rekan Yamaha yang lebih berpengalaman hingga lap ke-20 dari total 26 lap.
Namun, ketahanan ban belakang yang menurun menyebabkan penurunan performa, sehingga ia finis di posisi ke-17, sementara rekan setimnya, Jack Miller, berada di posisi ke-18.
Baca Juga
Toprak mengakui bahwa balapan pertama di MotoGP sangat menuntut secara fisik. Ia menyatakan, “Ini balapan penuh pertama saya di MotoGP dan tentu saya berharap hasil lebih baik. Tapi ini balapan yang panjang dan sangat melelahkan. Kami mengalami beberapa masalah dengan cengkeraman ban belakang, terutama di akhir balapan, namun saya tahu Yamaha bekerja keras untuk meningkatkan paket motor.”
Tantangan Yamaha V4
Performa Yamaha V4 menjadi sorotan utama. Meski Toprak menutup jarak dengan rekan-rekan Yamaha lainnya, motor V4 masih menunjukkan keterbatasan dibandingkan dengan mesin Inline4 tahun sebelumnya.
Perbandingan waktu lap antara Yamaha V4 2026 dan Inline4 2025 menunjukkan adanya penurunan kecepatan, terutama di akhir balapan, di mana grip dan performa mesin menjadi faktor kritis.
Dalam klasifikasi, pembalap Monster Yamaha, Fabio Quartararo dan Alex Rins, mampu mempertahankan kecepatan lebih konsisten meski finis di posisi 14 dan 15. Penurunan performa Toprak dan Miller terutama disebabkan oleh wheelspin akibat ban belakang yang aus, sebuah masalah yang tampaknya mempengaruhi semua pembalap Yamaha pada balapan itu.
Baca Juga
Analisis Debut Toprak di MotoGP
Debut Toprak menunjukkan adaptasi cepat dan potensi besar dalam transisi dari WorldSBK ke MotoGP.
Ia mampu menutup jarak dengan rekan Yamaha lain di beberapa lap, tetapi keterbatasan Yamaha V4 masih menjadi penghalang untuk meraih hasil optimal.
Upaya perbaikan grip dan performa mesin menjadi fokus utama tim sebelum seri berikutnya.