Balap . 11/03/2026, 07:44 WIB

Terpuruk di Awal Musim, Vinales Ngaku Gak Nyesel Tinggalkan Aprilia buat Gabung KTM

Penulis : Makruf  |  Editor : Makruf

fin.co.id - Pembalap Spanyol Maverick Vinales memulai musim baru MotoGP dengan situasi yang tidak mudah. Setelah memutuskan meninggalkan Aprilia Racing dan bergabung dengan tim Red Bull KTM Tech3, performanya di awal musim belum menunjukkan hasil yang memuaskan.

Pada seri pembuka MotoGP 2026 di Sirkuit Buriram, Thailand, Vinales gagal meraih poin setelah finis di luar posisi 15 besar. Hasil tersebut membuatnya memulai musim dari papan belakang klasemen sementara. Kondisi ini cukup kontras dengan ekspektasi yang muncul ketika ia pertama kali diumumkan sebagai bagian dari proyek KTM.

Perpindahan ke tim baru memang sering menghadirkan tantangan besar bagi seorang pembalap. Setiap motor MotoGP memiliki karakter berbeda, mulai dari distribusi tenaga mesin, respons akselerasi, hingga keseimbangan sasis saat menikung. Adaptasi terhadap motor RC16 milik KTM membutuhkan waktu agar pembalap dapat menemukan setelan yang paling sesuai dengan gaya balapnya.

Dalam dunia MotoGP, awal musim sering menjadi fase eksperimen. Banyak pembalap dan tim memanfaatkan beberapa seri pertama untuk memahami karakter motor dan strategi balapan sebelum benar-benar tampil kompetitif sepanjang musim.

Keputusan Besar Tinggalkan Aprilia

Sebelum pindah ke KTM, Vinales sebenarnya berada dalam posisi yang cukup penting di proyek Aprilia. Setelah Aleix Espargaro memutuskan pensiun dari MotoGP, banyak pihak memperkirakan Vinales akan menjadi salah satu pemimpin utama tim bersama rekrutan baru mereka, Jorge Martin.

Namun keputusan berbeda justru diambil. Vinales memilih meninggalkan Aprilia dan bergabung dengan proyek KTM yang saat itu sedang membangun ulang kekuatan mereka di kelas utama.

Keputusan tersebut cukup mengejutkan karena Aprilia sedang berada dalam tren peningkatan performa. Bahkan setelah kepergian Vinales, tim tersebut mampu menjalani salah satu musim terbaik mereka dengan meraih beberapa kemenangan Grand Prix dan kemenangan Sprint.

Meski demikian, Vinales menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan banyak hal mengenai masa depan kariernya.

Ia mengatakan bahwa keputusan tentang masa depan dalam dunia balap memang selalu sulit. Dalam sebuah wawancara, ia menjelaskan bahwa tidak ada penyesalan atas langkah yang diambil.

Ia menyatakan bahwa dirinya dan timnya saat itu hanya melihat peluang terbaik yang tersedia. Beberapa perubahan besar di dalam paddock MotoGP juga terjadi setelah keputusan tersebut dibuat, termasuk perpindahan sejumlah tokoh teknis antar tim.

Kejutan di Balik Perubahan Struktur Tim

Salah satu hal yang menurut Vinales cukup mengejutkan adalah perubahan di jajaran teknis Aprilia setelah dirinya memutuskan pindah.

Fabiano Sterlacchini, yang sebelumnya bekerja bersama proyek KTM, justru kemudian bergabung dengan Aprilia sebagai direktur teknis baru. Pergeseran tersebut terjadi setelah Romano Albesiano meninggalkan Aprilia dan pindah ke proyek Honda.

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com