Duo McLaren Kompak Mogok di GP China, Piastri: Sungguh di Luar Nurul

sport.fin.co.id - 17/03/2026, 11:18 WIB

Duo McLaren Kompak Mogok di GP China, Piastri: Sungguh di Luar Nurul

Oscar Piastri, Image: @oscarpiastri / Instagram

fin.co.id - Balapan Formula One Chinese Grand Prix berubah menjadi salah satu momen paling janggal di awal musim 2026. Dua mobil dari tim McLaren justru tidak pernah benar-benar ikut balapan, meski sudah berada di grid.

Alih-alih bersaing di lintasan, Oscar Piastri dan Lando Norris hanya bisa menyaksikan jalannya lomba dari pinggir. Masalah teknis pada power unit membuat kedua mobil gagal menyala, bahkan sebelum lampu start padam.

Situasi ini terasa semakin aneh karena terjadi secara bersamaan, namun dengan penyebab teknis yang berbeda. Dalam dunia Formula 1 yang serba presisi, kejadian seperti ini jarang terjadi, apalagi menimpa dua mobil dari satu tim sekaligus.

Piastri: Sungguh di Luar Nurul

Bagi Oscar Piastri, kejadian ini bukan sekadar kegagalan teknis biasa. Kondisinya bahkan disebut sebagai sesuatu yang sulit dipahami secara logika.

Bos tim McLaren, Andrea Stella, mengakui bahwa situasi ini “cukup sulit diproses” bagi pembalap muda asal Australia tersebut. Jika diterjemahkan dalam konteks yang lebih lokal, kondisi ini benar-benar terasa di luar nurul.

Bukan tanpa alasan. Piastri sudah mengalami dua kegagalan start secara beruntun di awal musim 2026, termasuk di balapan pembuka di Melbourne. Artinya, hingga GP China, ia bahkan belum sempat mencatatkan satu putaran balapan penuh.

Kondisi ini jelas menjadi pukulan mental, terutama bagi pembalap yang tengah membangun momentum di awal musim. Dalam situasi normal, pembalap akan mengandalkan setiap lap untuk memahami mobil dan strategi. Namun bagi Piastri, kesempatan itu belum benar-benar datang.

Norris Juga Terdampak, Tapi Lebih ke Frustrasi Teknis

Di sisi lain, Lando Norris juga mengalami nasib serupa. Namun reaksinya lebih condong ke arah frustrasi teknis dibanding kebingungan.

Mobilnya bahkan tidak bisa dinyalakan sama sekali, sehingga tidak ada peluang untuk mencoba solusi cepat sebelum start. Hal ini menunjukkan bahwa masalah yang terjadi bukan sekadar gangguan ringan, melainkan kegagalan sistem yang cukup serius.

Meski demikian, baik Norris maupun Piastri tetap menunjukkan sikap profesional. Keduanya bahkan memanfaatkan situasi dengan mengamati jalannya balapan dari pinggir lintasan, mencoba memahami perilaku ban, strategi balap, hingga karakteristik mesin lawan.

McLaren Tetap Coba Ambil Sisi Positif

Meski hasilnya mengecewakan, McLaren mencoba melihat kejadian ini sebagai bagian dari perjalanan panjang mereka. Andrea Stella menegaskan bahwa timnya telah melalui berbagai momen sulit sebelumnya, termasuk kesalahan strategi dan diskualifikasi di musim lalu.

Menurutnya, justru dalam kondisi sulit seperti inilah karakter tim diuji. Ia menyebut bahwa keberhasilan tim tidak hanya ditentukan saat menang, tetapi saat mampu bertahan di tengah tekanan.

Makruf
Makruf
Penulis

Penulis FIN.CO.ID