fin.co.id - Fernando Alonso akhirnya angkat bicara soal situasi sulit yang sedang ia alami bersama Aston Martin di awal musim Formula 1 2026. Bukan sekadar hasil buruk, pembalap asal Spanyol itu mengungkapkan adanya penderitaan fisik nyata akibat masalah teknis pada mobil AMR26.
Saat tampil di Grand Prix China, Alonso tidak mampu melanjutkan balapan hingga finis. Ia harus mundur setelah 33 lap karena getaran hebat yang terjadi di dalam kokpit. Getaran tersebut bukan hanya mengganggu performa, tetapi juga mulai memengaruhi kondisi tubuhnya secara langsung.
“Saya mulai kehilangan sensasi di tangan dan kaki. Getarannya benar-benar ekstrem,” ungkap Alonso dengan nada serius usai balapan.
Masalah ini bukan kejadian tunggal. Sejak awal musim di Australia, Aston Martin memang sudah menunjukkan tanda-tanda kesulitan besar, terutama pada sektor keandalan mesin Honda yang baru digunakan musim ini.
Awal Kolaborasi Aston Martin dan Honda Berjalan Berat
Musim 2026 menjadi babak baru bagi Aston Martin dengan dimulainya kerja sama bersama Honda. Namun, harapan besar justru berbanding terbalik dengan kenyataan di lintasan.
Baca Juga
Mobil AMR26 mengalami berbagai kendala teknis, terutama getaran berlebihan yang membuat mobil sulit dikendalikan dalam durasi panjang. Hal ini berdampak langsung pada performa tim, di mana Alonso dan Lance Stroll belum mampu menyelesaikan satu balapan penuh dalam dua seri awal musim.
Kondisi ini membuat Aston Martin tertinggal jauh dari para pesaingnya. Bahkan, masalah yang muncul sudah terlihat sejak sesi tes pra-musim, menandakan bahwa proyek ini masih membutuhkan banyak perbaikan mendasar.
Alonso Bicara Mentalitas: Semua Posisi Selain Juara Tetap Menyakitkan
Di tengah situasi sulit, Alonso menunjukkan sisi mentalitas seorang veteran. Ia menolak anggapan bahwa dirinya berada dalam kondisi mental terpuruk, meskipun sebelumnya sempat disebut demikian oleh tim principal Adrian Newey.
“Tidak seburuk yang kalian bayangkan. Memang tidak ideal,” kata Alonso.
Baca Juga
Ia kemudian menjelaskan perspektifnya sebagai pembalap berpengalaman yang telah merasakan berbagai era di Formula 1.
“Kami ada 22 pembalap musim ini. Hanya satu yang menang, sisanya pasti dalam kondisi sulit secara mental. Bagi saya, finis ketiga, kelima, atau ke-17 tidak banyak berbeda.”
Pernyataan ini menegaskan bahwa bagi Alonso, standar kesuksesan tetaplah kemenangan. Apa pun hasil di luar itu tetap terasa sebagai kegagalan, terlepas dari pengalaman panjang dan pencapaian yang telah ia raih.