Balap . 20/03/2026, 08:38 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Selain kondisi lintasan, perhatian utama Ducati juga tertuju pada performa ban belakang. Pada seri sebelumnya di Buriram, penggunaan konstruksi ban lebih keras terbukti menjadi masalah bagi Bagnaia.
Ban tersebut kembali dibawa oleh Michelin ke Brasil sebagai salah satu opsi utama.
Situasi ini membuat Ducati belum bisa sepenuhnya percaya diri.
Meski tim telah bekerja keras mencari solusi, belum ada jaminan bahwa masalah serupa tidak akan terulang di Goiania. Terlebih lagi, karakter sirkuit yang benar-benar baru membuat semua data sebelumnya menjadi kurang relevan.
Bagnaia mengakui bahwa timnya telah melakukan evaluasi mendalam.
“Ducati sudah bekerja keras untuk memahami apa yang terjadi dengan keausan ban belakang,” ujarnya.
Namun, ia juga menyiratkan bahwa hasilnya masih belum pasti.
Di sisi lain, masih ada secercah optimisme bagi Ducati. Dua opsi ban lainnya menggunakan konstruksi yang pernah dipakai di Red Bull Ring, sirkuit yang selama ini menjadi salah satu “kandang” kuat Ducati.
Hal ini bisa menjadi keuntungan jika kondisi trek mendukung.
Namun tetap saja, faktor cuaca dan kondisi lintasan menjadi variabel besar yang sulit diprediksi.
MotoGP Brasil kali ini bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga soal adaptasi. Siapa yang paling cepat memahami karakter trek, dialah yang berpeluang besar keluar sebagai pemenang.
Bagi Bagnaia, tantangan ini jelas tidak ringan. Antara ancaman banjir dan misteri performa ban, balapan di Goiania berpotensi menjadi salah satu seri paling menegangkan musim ini.
MotoGP Brasil menghadirkan kombinasi tantangan yang tidak biasa, mulai dari cuaca ekstrem hingga persoalan teknis yang belum sepenuhnya terpecahkan. Kondisi ini membuat persiapan tim dan pembalap menjadi jauh lebih kompleks dibandingkan seri lainnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media