Balap . 25/03/2026, 09:23 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
fin.co.id - Awal musim MotoGP 2026 menghadirkan kejutan yang tidak banyak diprediksi. KTM, yang selama beberapa musim terakhir dikenal sebagai salah satu motor tercepat di lintasan lurus, kini justru terlihat kehilangan identitas tersebut. Perubahan ini terasa kontras, bahkan bagi pembalap utamanya sendiri, Pedro Acosta.
Pembalap muda asal Spanyol itu secara terbuka mengungkapkan bahwa kecepatan puncak menjadi masalah terbesar yang dihadapi timnya saat ini. Pernyataan tersebut bukan sekadar keluhan, melainkan refleksi dari data nyata yang terlihat sepanjang akhir pekan balapan di Brasil.
Dalam sesi speed trap, motor KTM hanya mampu mencatat kecepatan maksimal sekitar 342,8 km per jam. Angka ini tertinggal cukup jauh dibanding Ducati yang menembus 348,3 km per jam. Bahkan Yamaha, yang selama ini sering dianggap kurang kompetitif dalam hal top speed, hanya sedikit berada di bawah KTM.
Perbedaan ini mungkin terlihat kecil di atas kertas, tetapi dalam balapan MotoGP, selisih beberapa kilometer per jam bisa menjadi penentu antara menyerang atau justru bertahan.
Pedro Acosta tidak mencoba menutupi situasi yang dihadapi timnya. Ia menyampaikan dengan lugas bahwa kekurangan utama KTM saat ini adalah top speed.
Ia mengatakan bahwa ketika sebuah motor tidak cukup cepat di lintasan lurus, maka peluang untuk menyalip atau bahkan sekadar mengikuti slipstream lawan menjadi jauh lebih sulit. Kondisi ini secara langsung memengaruhi strategi balapan, terutama di sirkuit yang memiliki trek lurus panjang.
Acosta juga menegaskan bahwa timnya saat ini hanya bisa memaksimalkan potensi yang ada. Ia merasa sudah mengeluarkan kemampuan terbaik di Brasil, meskipun hasil akhirnya hanya finis di posisi ketujuh.
Sebuah pernyataan menarik datang dari Acosta yang menggambarkan situasi ini dengan realistis. Ia mengakui bahwa timnya harus fokus membatasi kerugian di hari-hari buruk, sambil terus mencari arah pengembangan yang tepat.
Masalah ini menjadi semakin krusial menjelang balapan di Circuit of the Americas, Austin. Sirkuit tersebut dikenal memiliki dua lintasan lurus panjang yang sangat menuntut kecepatan maksimal motor.
Bagi KTM, ini bukan sekadar tantangan teknis, tetapi juga ujian mental. Acosta sendiri sudah mengantisipasi bahwa balapan di Austin akan menjadi sulit jika tidak ada peningkatan signifikan.
Situasi ini memperlihatkan bagaimana karakter sirkuit bisa memperbesar kelemahan sebuah motor. Jika di sirkuit teknis KTM masih bisa bertahan melalui pengereman dan handling, maka di Austin kekurangan top speed akan terekspos secara maksimal.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media