fin.co.id - Free practice pertama dan kedua menjelang Japanese Grand Prix di Sirkuit Suzuka berlangsung sengit, menampilkan persaingan ketat antara pembalap muda dan veteran.
Pada sesi Jumat, Oscar Piastri berhasil mencatat waktu tercepat, mengungguli Kimi Antonelli dan George Russell, menandai awal yang menjanjikan bagi McLaren setelah beberapa masalah teknis yang muncul sebelumnya.
Mercedes Tunjukkan Performa Konsisten
Di free practice pertama, George Russell memimpin dengan selisih 0,026 detik dari Antonelli. Namun pada free practice kedua, saat race-simulation, Antonelli mampu mencatat waktu terbaik, menunjukkan keunggulan Mercedes pada performa mobil mereka.
Kedua pembalap Ferrari, Charles Leclerc dan Lewis Hamilton, mengalami kesulitan cengkeraman. Leclerc sempat keluar lintasan di Spoon Curve karena wobbles, sementara Hamilton mengeluhkan kurangnya rasa percaya diri terhadap mobilnya.
Kendala Teknis Mengganggu Beberapa Tim
Beberapa tim menghadapi masalah teknis yang signifikan. Lando Norris mengalami gangguan hidrolik sehingga absen setengah sesi free practice sebelum diperbaiki.
Arvid Lindblad dari Racing Bulls tidak berpartisipasi karena gearbox harus diganti, sementara Gabriel Bortoleto dari Audi menghabiskan hampir tiga perempat sesi di garasi akibat masalah teknis yang tidak spesifik.
Baca Juga
Sergio Perez dari Cadillac juga absen setengah sesi karena kerusakan lantai mobil akibat insiden dengan Alex Albon.
Debut Alonso dan Fokus Tim Honda
Fernando Alonso yang datang terlambat ke Jepang setelah kelahiran anak pertamanya, menjalani free practice kedua dan menempati posisi ke-19 tercepat, sedikit lebih baik dari rekan setimnya Lance Stroll.
Sementara itu, Honda F1 menekankan perbaikan performa dan keandalan mobil, dengan fokus pada vibrasi, kerusakan baterai, dan manajemen energi agar mobil lebih optimal di Suzuka.
Kesimpulan
Free practice GP Jepang 2026 menunjukkan persaingan sengit antara tim papan atas, dengan McLaren dan Mercedes memimpin sesi Jumat.
Baca Juga
Masalah teknis tetap menjadi tantangan bagi beberapa tim, sementara strategi energi dan peningkatan keandalan menjadi kunci bagi tim seperti Honda.