Balap . 28/03/2026, 14:04 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
fin.co.id - Toprak Razgatlioglu datang ke MotoGP dengan reputasi besar sebagai juara dunia Superbike. Namun, perjalanan awalnya di kelas premier ternyata tidak semulus yang dibayangkan. Bersama tim Pramac Yamaha, pembalap asal Turki ini masih berjuang menemukan performa terbaiknya.
Meski sempat menunjukkan potensi dengan menembus sesi kualifikasi Q2 di seri Brasil, hasil balapan justru jauh dari harapan. Ia hanya mampu finis di posisi ke-18 pada sprint race dan ke-17 di balapan utama. Hasil tersebut menjadi sinyal bahwa proses adaptasinya masih jauh dari kata selesai.
Menjelang seri di MotoGP Amerika Serikat, Toprak mulai mengungkapkan akar permasalahan yang ia hadapi. Menariknya, ia menegaskan bahwa motor bukan lagi kendala utama.
“Saya mulai lelah membicarakan motor. Masalah utamanya bukan di sana. Masalah sebenarnya adalah ban,” ungkapnya dalam sesi media.
Menurut Toprak, ban dari Michelin menjadi tantangan terbesar dalam proses adaptasinya. Ia mengaku masih kesulitan memahami karakter ban yang sangat berbeda dibandingkan dengan yang ia gunakan selama bertahun-tahun di Superbike.
Perbedaan karakter ban memaksa Toprak untuk mengubah gaya balapnya secara signifikan. Hal ini bukan perkara mudah, mengingat ia telah bertahun-tahun mengandalkan teknik yang sama di ajang sebelumnya.
Ia menjelaskan bahwa saat grip meningkat, justru motor terasa sulit dikendalikan. “Ketika grip bertambah, motor malah tidak mau berbelok seperti yang saya harapkan,” ujarnya.
Kondisi ini membuatnya harus terus bereksperimen, mulai dari teknik pengereman hingga cara membuka throttle. Semua dilakukan demi menyesuaikan diri dengan karakter ban MotoGP yang lebih kompleks.
Kesulitan Toprak semakin bertambah dengan adanya perubahan spesifikasi ban di setiap seri. Untuk balapan di Austin, Michelin kembali menggunakan konstruksi standar setelah sebelumnya memakai versi lebih kaku di Thailand dan Brasil.
Perubahan ini membuat proses adaptasi menjadi semakin tidak konsisten. Pembalap harus terus memulai dari awal dalam memahami perilaku motor di lintasan.
Toprak pun mengakui bahwa situasi ini cukup melelahkan secara mental. Ia harus belajar banyak hal sekaligus dalam waktu singkat, mulai dari ban hingga suspensi.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media