fin.co.id - Sesi latihan bebas pertama (FP1) MotoGP Amerika di Circuit of The Americas (COTA) sempat dihentikan oleh momen yang membuat banyak pihak menahan napas. Marc Marquez mengalami crash keras saat melaju dengan kecepatan sekitar 190 km per jam, sebuah insiden yang langsung memicu kekhawatiran besar di paddock.
Motor Ducati yang dikendarainya tampak kehilangan kendali dalam kecepatan tinggi, membuat sang juara dunia terlempar ke area run-off. Dalam situasi seperti ini, risiko cedera serius sangat tinggi, mengingat energi benturan yang terjadi pada kecepatan tersebut bisa berdampak fatal.
Namun, yang terjadi justru di luar dugaan.
Ducati Pastikan Kondisi Marquez Aman
Tak lama setelah insiden, Ducati memberikan update resmi yang langsung menenangkan publik. Marc Marquez dinyatakan dalam kondisi relatif baik dan hanya mengalami lebam di bagian tangan.
Ia bahkan mampu berjalan sendiri meninggalkan lokasi crash tanpa bantuan medis serius. Situasi ini langsung dianggap sebagai sebuah “keajaiban kecil”, mengingat kerasnya benturan yang terjadi.
Baca Juga
Dalam laporan internal tim, tidak ditemukan indikasi cedera tulang atau masalah serius lainnya. Marquez pun tetap berada di lintasan untuk melanjutkan aktivitasnya di sesi berikutnya.
Bangkit dan Langsung Tunjukkan Kecepatan
Yang membuat cerita ini semakin dramatis adalah bagaimana Marquez merespons insiden tersebut. Alih-alih kehilangan kepercayaan diri, ia justru tampil agresif di sesi Practice.
Setelah sempat mengalami beberapa lap yang dibatalkan akibat yellow flag, Marquez mulai menemukan ritmenya di atas Ducati GP26. Puncaknya terjadi di akhir sesi, ketika ia mencatatkan waktu tercepat 2 menit 00,927 detik.
Catatan tersebut cukup untuk menempatkannya di posisi pertama, mengungguli para rival yang juga tampil kompetitif di lintasan yang sama.
Baca Juga
Sesi Penuh Crash di Tengah Suhu Ekstrem
Hari itu memang bukan hari yang mudah bagi para pembalap. Sesi Practice berlangsung dalam kondisi lintasan yang panas, yang membuat grip menjadi tidak stabil.
Dalam 10 menit pertama saja, sudah terjadi enam crash yang melibatkan beberapa nama besar seperti Fabio Di Giannantonio, Jorge Martin, hingga Pedro Acosta. Total sembilan pembalap terjatuh sepanjang sesi, menandakan betapa sulitnya kondisi trek di COTA.