fin.co.id - Marc Marquez mengawali akhir pekan MotoGP Amerika 2026 di Circuit of the Americas (COTA) dengan insiden yang cukup mengkhawatirkan. Pebalap andalan Ducati Lenovo Team itu mengalami crash brutal pada sesi pagi, saat melaju dengan kecepatan sekitar 190 km/jam.
Kecelakaan tersebut terjadi hanya dalam beberapa lap awal, ketika Marquez kehilangan kendali dan akhirnya menghantam pembatas lintasan. Meski sempat terlempar ke gravel, ia beruntung tidak mengalami cedera serius yang memaksanya absen.
Dalam keterangannya, Marquez tidak mencari alasan lain. Ia justru secara terbuka mengakui kesalahan berasal dari dirinya sendiri.
“Saya membuat kesalahan besar di pagi hari. Saya terlalu percaya pada trek, pada motor, dan pada diri saya sendiri,” ujarnya.
Trek COTA yang Berubah Jadi Faktor Penentu
Sirkuit COTA memang dikenal sebagai salah satu lintasan paling menantang di kalender MotoGP. Karakter aspal yang sering berubah dari tahun ke tahun membuat banyak pebalap harus cepat beradaptasi.
Baca Juga
Marquez mengungkapkan bahwa kebiasaannya mengandalkan memori balapan sebelumnya justru menjadi bumerang. Ia menyebut salah satu tikungan favoritnya tidak lagi sama seperti sebelumnya.
“Ini sirkuit yang sangat saya suka, tapi setiap tahun selalu ada bump baru. Saya mengendarai motor seperti otomatis, seperti yang saya lakukan di tahun-tahun sebelumnya,” jelasnya.
Menurutnya, perubahan kecil pada permukaan lintasan cukup untuk mengubah karakter berkendara secara signifikan. Hal itulah yang akhirnya memicu kesalahan fatal di awal sesi.
Tetap Turun Meski Kesakitan
Meski mengalami benturan keras, Marquez tetap memaksakan diri kembali ke lintasan di akhir sesi Free Practice 1. Dengan kondisi leher dan punggung yang terasa sakit, ia bahkan masih mampu mencatatkan waktu kompetitif.
Baca Juga
“Saya merasakan cukup banyak rasa sakit di leher dan punggung, tapi saya masih bisa mengendarai motor. Sekarang fokusnya adalah pemulihan dengan fisioterapis,” ungkapnya.
Keputusan untuk tetap melanjutkan sesi menjadi bukti determinasi tinggi dari juara dunia tersebut. Ia tidak ingin kehilangan momentum sejak awal akhir pekan balapan.