fin.co.id - Balapan MotoGP Amerika Serikat di Circuit of The Americas (COTA) langsung menyajikan tensi tinggi sejak lampu start padam. Pedro Acosta tampil agresif sejak tikungan pertama, mencoba mengamankan posisi terdepan di tengah persaingan ketat dengan Marco Bezzecchi.
Namun, ambisi besar itu berujung pada momen krusial. Saat memasuki fase akselerasi awal, Acosta melebar di tikungan dengan tangki bahan bakar yang masih penuh. Situasi ini membuat garis balapnya bersinggungan dengan Bezzecchi, hingga akhirnya terjadi senggolan di antara keduanya.
Meski terlihat dramatis, Acosta tidak menganggap insiden tersebut sebagai sesuatu yang luar biasa.
“Memang bukan cara terbaik untuk memulai balapan, tapi ini balapan. Hal seperti ini bisa terjadi,” ujarnya.
Pernyataan itu mencerminkan realitas MotoGP, di mana batas antara agresivitas dan risiko sangat tipis, terutama di lap-lap awal saat semua pembalap masih berusaha mengamankan posisi.
Baca Juga
Strategi di Balik Keputusan Biarkan Martin Lewat
Selain duel dengan Bezzecchi, Acosta juga menjadi sorotan saat Jorge Martin berhasil menyalipnya di pertengahan lomba. Banyak yang mengira itu kesalahan, namun Acosta justru menegaskan sebaliknya.
Ia mengaku sengaja membiarkan Martin melewatinya sebagai bagian dari strategi.
“Jujur saja, itu bukan kesalahan. Saya berada di situasi yang sama seperti kemarin dengan tekanan ban depan yang rendah,” jelasnya.
Dengan kondisi tersebut, Acosta memilih untuk bermain aman. Ia memutuskan mengikuti ritme Martin sambil menghindari risiko lebih besar, terutama karena di belakangnya terdapat rombongan pembalap yang cukup padat.
Baca Juga
Keputusan itu terbukti tidak merugikan sepenuhnya. Meski sempat kehilangan ritme setelah disalip, Acosta mampu bangkit dan tetap menjaga posisinya hingga finis di podium.
Motor Hancur di Warm-Up, Mental Acosta Tetap Solid
Drama Acosta ternyata sudah dimulai bahkan sebelum balapan utama. Dalam sesi warm-up, ia mengalami kecelakaan yang cukup parah hingga merusak salah satu motornya.
Situasi ini tentu bukan awal yang ideal bagi seorang pembalap muda yang sedang bersaing di papan atas. Namun, respons tim KTM patut diapresiasi.