fin.co.id - Kondisi fisik Marc Márquez kembali menjadi sorotan usai MotoGP Amerika. Petinggi tim Ducati Lenovo mengungkap bahwa cedera lama yang dialami sang juara dunia masih memberikan dampak signifikan terhadap performanya di lintasan.
Di saat yang sama, performa Ducati juga ikut terpengaruh, terutama ketika rival seperti Aprilia menunjukkan peningkatan yang sangat pesat musim ini.
Cedera Lama Belum Pulih Sepenuhnya
Manajer tim Ducati Lenovo, Davide Tardozzi, secara terbuka mengakui bahwa kondisi Marquez belum kembali ke level terbaiknya. Cedera bahu yang dialami musim lalu masih menyisakan dampak hingga sekarang.
Dalam pernyataannya, Tardozzi menegaskan bahwa sulit untuk mengukur seberapa besar pemulihan Marquez, namun ia yakin sang pembalap belum berada dalam kondisi ideal.
Ia menyebut bahwa insiden di Indonesia musim lalu masih meninggalkan konsekuensi yang memengaruhi performa Marquez di lintasan MotoGP musim ini.
Baca Juga
Ducati Mulai Tertinggal dari Aprilia
Selain faktor fisik pembalap, Ducati juga menghadapi tantangan dari rival yang semakin kompetitif. Aprilia disebut mengalami lonjakan performa yang signifikan dibanding musim sebelumnya.
Menurut Tardozzi, data menunjukkan bahwa Aprilia berhasil memangkas waktu lap hingga tujuh sampai delapan persepuluh detik. Sementara Ducati hanya mencatat peningkatan kecil, sekitar satu hingga dua persepuluh detik.
Perbedaan ini menjadi sangat krusial di level kompetisi setinggi MotoGP, di mana selisih kecil dapat menentukan hasil akhir balapan.
Masalah Ban Jadi Kendala Utama
Masalah lain yang dihadapi Ducati adalah pengelolaan ban, terutama pada bagian belakang. Pembalap seperti Francesco Bagnaia dan Fabio Di Giannantonio mengaku kesulitan menjaga performa ban sepanjang balapan.
Baca Juga
Keausan yang terlalu tinggi, khususnya di sisi kanan ban belakang, membuat motor sulit dikendalikan di fase akhir balapan. Hal ini berdampak langsung pada penurunan performa dan konsistensi waktu lap.
Tardozzi menegaskan bahwa ketergantungan tinggi terhadap ban belakang menjadi titik lemah yang harus segera diperbaiki oleh tim.