Kegagalan kembali menghantam Italia. Untuk ketiga kalinya secara beruntun, Azzurri dipastikan absen dari panggung terbesar sepak bola dunia. Di tengah kekecewaan itu, satu sosok tak mampu menyembunyikan emosinya: Gianluigi Donnarumma.
Malam Penuh Luka untuk Italia
Italia harus menerima kenyataan pahit usai kalah dari Bosnia-Herzegovina melalui adu penalti. Pertandingan yang berakhir imbang 1-1 di waktu normal berubah menjadi tragedi saat Azzurri takluk 4-1 dalam drama tos-tosan.
Kekalahan ini terasa semakin menyakitkan karena Italia sebenarnya sempat menunjukkan perlawanan sengit. Namun, kartu merah yang diterima Alessandro Bastoni di babak pertama membuat situasi semakin sulit dikendalikan.
Di bawah mistar, Donnarumma tampil cukup solid sepanjang pertandingan dengan beberapa penyelamatan penting. Namun, dalam adu penalti, ia gagal menghentikan satu pun tendangan lawan.
Tangisan Sang Kapten
Usai pertandingan, emosi Donnarumma benar-benar pecah. Kapten timnas Italia itu mengaku tak mampu menahan kesedihan yang begitu besar.
Baca Juga
“Saya menangis karena kekecewaan yang luar biasa, karena tidak bisa membawa Italia ke tempat yang seharusnya,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut mencerminkan beban besar yang ia rasakan sebagai pemimpin tim. Donnarumma bukan hanya penjaga gawang, tetapi juga simbol harapan bagi generasi baru Italia.
Momen emosionalnya bahkan berlanjut di lapangan. Ia sempat terlibat ketegangan dengan kiper Bosnia, Nikola Vasilj, sebelum akhirnya ditenangkan rekan-rekannya.
Tiga Kegagalan Beruntun yang Menyakitkan
Kegagalan ini menambah daftar panjang luka Italia dalam satu dekade terakhir. Setelah absen di Piala Dunia 2018 dan 2022, kini mereka kembali gagal lolos ke edisi 2026.
Baca Juga
Padahal, Italia memiliki sejarah panjang sebagai salah satu raksasa sepak bola dunia, termasuk keberhasilan menjuarai Piala Dunia 2006.
Ironisnya, sejak momen kejayaan tersebut, performa Italia di turnamen terbesar justru mengalami penurunan drastis. Bahkan, generasi baru pemain belum mampu mengembalikan konsistensi di level internasional.