Marco Bezzecchi Image: @marcobez72 / Instagram
Keberhasilan Aprilia bukan hanya soal kemenangan balapan. Mereka kini memimpin tiga klasemen sekaligus: pembalap, konstruktor, dan tim.
Marco Bezzecchi unggul tipis atas Jorge Martin, sementara rival dari pabrikan lain mulai tertinggal cukup jauh. Pedro Acosta dari KTM menjadi pesaing terdekat di luar Aprilia, namun terpaut 21 poin.
Sementara itu, Fabio di Giannantonio sebagai pembalap Ducati tertinggal lebih jauh, diikuti juara bertahan Marc Marquez yang kini berjarak 36 poin dari puncak klasemen.
Baca Juga
Ancaman Nyata untuk Ducati dan KTM
Dominasi Aprilia secara langsung memberi tekanan besar kepada Ducati dan KTM yang selama ini menjadi kekuatan utama MotoGP.
Jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin keseimbangan kekuatan di MotoGP akan berubah drastis musim ini.
Seri berikutnya di Jerez akan menjadi ujian penting. Sirkuit tersebut dikenal sebagai trek yang sering digunakan untuk pengujian, sehingga semua tim memiliki data kuat.
Namun jika Aprilia tetap tampil dominan di sana, klaim sebagai motor terbaik akan semakin sulit dibantah.
Baca Juga
Dari Juru Kunci Jadi Penguasa
Perjalanan Aprilia menuju puncak bukanlah hal instan. Sejak kembali ke MotoGP pada 2015, mereka harus menjalani musim demi musim penuh kesulitan.
Titik balik mulai terlihat pada 2021 saat Aleix Espargaro meraih podium pertama. Setahun kemudian, Aprilia mencatat kemenangan perdana dan naik ke posisi tiga besar konstruktor.
Kini, setelah bertahun-tahun membangun fondasi, Aprilia akhirnya menikmati hasil kerja keras mereka. Dari tim yang dulu hanya pelengkap grid, mereka berubah menjadi kandidat kuat juara dunia.