fin.co.id - Rumor perpindahan pebalap di kancah MotoGP kembali memanas seiring munculnya spekulasi bergabungnya bintang muda Pedro Acosta ke tim pabrikan Ducati untuk musim mendatang. Kehadiran Acosta diprediksi akan menciptakan dinamika baru jika disandingkan dengan juara dunia delapan kali, Marc Marquez.
Mantan bos tim MotoGP, Livio Suppo, menilai potensi kolaborasi ini menyerupai rivalitas legendaris antara Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo di Yamaha pada medio 2008. Saat itu, kehadiran Lorenzo sebagai debutan berbakat justru memacu performa Rossi hingga berhasil merebut gelar juara dunia berturut-turut pada 2008 dan 2009.
Menurut Suppo, pebalap sekaliber Marquez tidak akan merasa terancam dengan kehadiran rekan setim yang kompetitif. Sebaliknya, hal itu justru menjadi suntikan motivasi untuk memperpanjang masa kejayaan di lintasan.
"Memiliki pebalap muda dan super cepat di samping Anda akan memberikan penyegaran. Itu memunculkan kembali ketangguhan yang mungkin sedikit memudar seiring berjalannya waktu," ujar Suppo sebagaimana dikutip dari GPOne, Sabtu (11/4/2026).
Di sisi lain, Pedro Acosta secara terbuka menyatakan ketertarikannya untuk berbagi paddock dengan Marquez. Pebalap asal Spanyol yang saat ini membela KTM tersebut menganggap kesempatan belajar langsung dari sang senior adalah impian bagi hampir semua pebalap.
"Bagi saya, itu akan menjadi mimpi yang menjadi kenyataan. Tidak setiap hari Anda bisa berada di sisi pit yang sama dengan pebalap yang memiliki sejarah besar seperti Marc," kata Acosta.
Baca Juga
Meski kabar kepindahan ini santer terdengar, pihak Ducati belum memberikan pengumuman resmi. Kendala administratif terkait kesepakatan komersial dengan penyelenggara MotoGP untuk regulasi musim 2027 disebut-sebut menjadi alasan penundaan tersebut.
Acosta sendiri santer dikabarkan akan mengisi kursi di tim pabrikan Ducati Lenovo, menggantikan posisi Francesco Bagnaia yang dinilai tampil kurang konsisten sepanjang musim 2025. Kendati demikian, Acosta menegaskan saat ini dirinya tetap fokus menjaga komitmen dengan KTM dan memberikan performa maksimal di setiap balapan.
Ketajaman Acosta telah teruji musim ini, termasuk saat ia memenangi sprint race di Buriram setelah terlibat duel sengit dengan Marquez. Jika duet ini terealisasi, publik MotoGP akan menantikan apakah "Dream Team" ini mampu mengulangi sejarah persaingan panas namun produktif layaknya era Rossi-Lorenzo.