fin.co.id - Insiden kecelakaan beruntun yang terjadi di tikungan pertama MotoGP Hungaria 2026 kembali memicu perdebatan mengenai penggunaan ride height device di kelas premier. Namun, CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, meminta seluruh pihak untuk tidak terburu-buru mengambil keputusan terkait pelarangan perangkat tersebut.
Kecelakaan yang melibatkan Jorge Martin, Marco Bezzecchi, Raul Fernandez, Fabio Di Giannantonio, dan Fermin Aldeguer di Balaton Park membuat isu keselamatan kembali menjadi sorotan utama. Sejumlah pembalap bahkan menyerukan agar ride height device segera dihapus sebelum regulasi baru MotoGP 2027 mulai berlaku.
Meski dikenal sebagai salah satu sosok yang sebelumnya cukup kritis terhadap berbagai perangkat elektronik dan aerodinamika modern di MotoGP, Rivola menilai pelarangan mendadak justru berpotensi menciptakan masalah baru.
Jangan Bereaksi Berlebihan
Menurut Rivola, langkah paling mudah setelah sebuah insiden besar adalah mencari penyebab tunggal dan langsung mengambil tindakan drastis. Namun ia menegaskan bahwa pendekatan seperti itu belum tentu menghasilkan solusi terbaik.
"Bereaksi berlebihan adalah kesalahan paling mudah yang bisa kita lakukan," ujar Rivola.
Ia menjelaskan bahwa MotoGP saat ini tengah berdiskusi dengan berbagai pihak terkait langkah-langkah peningkatan keselamatan. Namun setiap perubahan harus melalui proses evaluasi yang menyeluruh dan berbasis data.
Baca Juga
Rivola bahkan mengingatkan bahwa belum ada jaminan kecelakaan serupa tidak akan terjadi jika ride height device dihapus lebih cepat dari jadwal yang sudah ditetapkan.
Menurutnya, jika perangkat tersebut sudah dilarang sebelum balapan Hungaria dan kecelakaan yang sama tetap terjadi, maka perdebatan justru bisa berbalik arah dengan muncul anggapan bahwa perangkat tersebut sebenarnya membantu meningkatkan stabilitas motor.
Grid dan Tikungan Pertama Jadi Sorotan
Selain ride height device, sejumlah opsi lain juga sedang dibahas oleh penyelenggara MotoGP. Salah satu usulan yang mendapat perhatian adalah perubahan jarak antar pembalap di grid start.
Rivola menilai kepadatan motor menuju tikungan pertama bisa menjadi faktor yang lebih signifikan dibanding keberadaan ride height device itu sendiri.
Baca Juga
Dengan ruang yang lebih longgar saat start, risiko tabrakan beruntun berpotensi berkurang karena pembalap memiliki lebih banyak ruang untuk menghindari kontak.
Karena itu, ia meminta agar seluruh kemungkinan dievaluasi melalui pengujian dan simulasi sebelum keputusan final diambil.