Gelandang Mateo Kovacic menegaskan bahwa timnya justru sering tampil lebih baik dalam situasi tertekan.
“Kami telah menunjukkan berkali-kali bahwa kami bermain terbaik ketika situasinya sulit. Itu adalah kualitas kami,” ujarnya. “Ketika keadaan sulit, kami bersatu dan mengatasi tantangan.”
Pernyataan ini mencerminkan karakter Kroasia sebagai tim yang sering bangkit di momen-momen sulit. Namun, konsistensi tetap menjadi tantangan utama yang harus segera diperbaiki jika mereka ingin melangkah jauh di turnamen ini.
Peran Dalic dan Mental Tim
Pelatih Zlatko Dalic kembali berada dalam posisi penting untuk menjaga stabilitas tim. Ia tidak menutupi kesalahan yang terjadi saat melawan Inggris dan secara terbuka meminta tanggung jawab dari seluruh pemain.
“Kami harus disalahkan atas situasi ini karena membuat banyak kesalahan,” kata Dalic. “Kami telah menetapkan standar tinggi setelah dua turnamen terakhir. Anda tidak bisa hidup dari kejayaan masa lalu.”
Kroasia kini berada pada fase yang menuntut keseimbangan antara pengalaman dan regenerasi. Kehadiran Modric menjadi simbol kontinuitas, sementara pemain muda dituntut untuk segera naik level.
Baca Juga
Dalic menegaskan bahwa setiap pertandingan adalah kesempatan untuk membuktikan diri. Bagi Kroasia, laga melawan Panama menjadi kesempatan untuk mengembalikan kepercayaan diri sekaligus menjaga asa di kompetisi.
Penutup
Laga melawan Panama membawa dua narasi besar bagi Kroasia: perjuangan meraih kemenangan penting di fase grup dan perayaan sejarah 200 caps Luka Modric. Di tengah tekanan hasil dan ekspektasi tinggi, Kroasia harus menunjukkan karakter yang selama ini membuat mereka disegani di panggung dunia.
Jika mampu merespons dengan tepat, pertandingan ini bisa menjadi titik balik perjalanan mereka di Piala Dunia 2026, sekaligus penanda bahwa era Modric masih meninggalkan jejak kuat dalam sepak bola modern.
Referensi:
Baca Juga
FIFA.com – Croatia chase redemption as Modric makes history