Bola . 03/07/2026, 12:00 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
"Setelah 12 tahun penuh kerja keras, pertandingan, perjalanan, dan banyak pengorbanan, mungkin sudah waktunya memberi kesempatan kepada pemain muda," ujar Mahrez.
Namun, ia berharap kesempatan itu baru datang setelah Aljazair menyelesaikan perjalanan terbaik mereka di Piala Dunia 2026.
"Kami ingin melangkah sejauh mungkin, bukan hanya untuk diri kami sendiri, tetapi juga untuk keluarga dan negara kami," tambahnya.
Menghadapi Swiss di babak 32 besar bukan perkara mudah. Meski demikian, para pemain Aljazair tetap percaya diri.
Gelandang Houssem Aouar menilai pertandingan sistem gugur selalu membuka peluang bagi kedua tim.
"Tidak ada perbedaan besar di antara kedua tim. Swiss punya banyak pengalaman, tetapi kami juga memiliki ambisi besar," katanya.
Hal senada disampaikan winger Fares Ghedjemis yang menegaskan tidak ada tim yang mustahil dikalahkan di Piala Dunia.
Sementara itu, bek Jaouen Hadjam bahkan mengajak seluruh rekan setimnya untuk terus bermimpi besar.
"Kalau kami tidak percaya sekarang, kapan lagi? Kami ingin mencapai final dan memenangkan Piala Dunia," ujarnya penuh optimisme.
Dengan semangat tersebut, Mahrez pun berharap kisahnya bersama Aljazair belum berakhir. Jika Fennecs mampu menyingkirkan Swiss dan terus melaju, rencana pensiun sang kapten tampaknya masih harus ditunda.
Referensi:
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media