Bola . 08/07/2026, 02:19 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
fin.co.id - Kekalahan dramatis Mesir dari Argentina pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 menyisakan kontroversi yang hingga kini masih menjadi bahan perdebatan. Tim berjuluk The Pharaohs itu harus mengakhiri perjuangannya setelah takluk 2-3, namun sorotan utama justru tertuju pada keputusan Video Assistant Referee (VAR) yang menganulir salah satu gol Mesir.
Keputusan tersebut memicu protes keras dari pemain, staf pelatih, hingga para pendukung Mesir yang merasa tim mereka dirugikan dalam laga yang berlangsung sengit tersebut.
Pakar sepak bola Mesir yang menjadi analis BBC Radio 5 Live, Ahmad Yousef, menyebut kekecewaan menyelimuti seluruh masyarakat Mesir setelah pertandingan berakhir.
Menurutnya, masalah terbesar bukan semata-mata gol yang dianulir, melainkan inkonsistensi penerapan VAR dalam menentukan sebuah pelanggaran.
"Ada begitu banyak kekecewaan di seluruh Mesir. Saat ini terdapat inkonsistensi dalam penggunaan VAR dan seberapa jauh sebuah insiden bisa ditinjau kembali," kata Yousef.
Ia juga menilai wasit telah membuat keputusan yang keliru dengan membatalkan gol kedua Mesir.
Yousef menjelaskan bahwa dugaan pelanggaran yang menjadi dasar pembatalan gol terjadi cukup lama sebelum bola masuk ke gawang Argentina. Menurutnya, kontak yang terjadi juga sangat minimal sehingga seharusnya tidak cukup untuk membatalkan gol.
"Jarak waktunya sudah terlalu jauh dan pelanggarannya sangat minim. Saya sepenuhnya memahami mengapa staf pelatih dan para pemain Mesir sangat kecewa," ujarnya.
Kontroversi tersebut menjadi salah satu momen penting dalam pertandingan. Setelah gol Mesir dianulir, Argentina mampu bangkit dari ketertinggalan dua gol dan mencetak tiga gol balasan melalui Cristian Romero, Lionel Messi, serta Enzo Fernandez yang memastikan kemenangan pada masa injury time. Pertandingan itu juga diwarnai sejumlah keputusan VAR lain yang memicu perdebatan dari kubu Mesir.
Yousef juga mengungkapkan munculnya pertanyaan dari banyak pendukung Mesir mengenai konsistensi penerapan aturan.
"Jika itu Lionel Messi atau pemain Argentina lainnya, apakah keputusan yang diambil akan tetap sama? Itulah yang benar-benar membuat banyak orang merasa dirugikan," katanya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media