Bola . 21/07/2026, 11:15 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
fin.co.id - Argentina berpotensi menghadapi sanksi dari FIFA setelah insiden keributan yang terjadi seusai laga final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol di MetLife Stadium, New Jersey. Federasi sepak bola dunia itu telah membuka penyelidikan resmi untuk mengusut tindakan sejumlah pemain dan ofisial Tim Tango setelah peluit panjang dibunyikan.
Keputusan tersebut diumumkan setelah pertandingan yang dimenangkan Spanyol dengan skor 1-0 itu diwarnai bentrokan antara pemain kedua tim saat skuad La Roja merayakan keberhasilan mereka menjadi juara dunia.
Komite Disiplin FIFA telah menunjuk seorang jaksa disiplin dan etik untuk menyelidiki seluruh rangkaian insiden yang terjadi setelah pertandingan berakhir. Penyelidikan ini akan menentukan apakah terdapat pelanggaran terhadap kode etik dan disiplin FIFA.
Jika terbukti bersalah, pemain maupun staf pelatih Argentina dapat dikenai hukuman berupa larangan bertanding. Selain itu, Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) juga berisiko menerima denda akibat perilaku timnya.
Laporan pertandingan menunjukkan beberapa pemain Argentina ikut terlibat dalam keributan tersebut, di antaranya Nahuel Molina, Leandro Paredes, Thiago Almada, serta asisten pelatih Roberto Ayala.
Keributan bermula ketika gelandang Spanyol, Rodri, berlari menuju rekan-rekannya untuk merayakan gelar juara. Dalam rekaman pertandingan, Nahuel Molina diduga melakukan kontak fisik terhadap Rodri yang kemudian memicu konfrontasi antarpemain.
Situasi semakin memanas ketika Leandro Paredes terlihat mendorong Eric Garcia pada bagian leher. Thiago Almada juga disebut menjatuhkan Gavi saat mencoba melerai pertikaian, sementara Roberto Ayala diduga ikut melakukan kontak fisik terhadap pemain Spanyol lainnya.
Sempat muncul laporan bahwa Leandro Paredes menerima kartu merah langsung dari wasit Slavko Vinčić akibat insiden tersebut.
Namun FIFA kemudian mengonfirmasi bahwa catatan kartu merah tersebut telah dicabut. Artinya, tidak ada hukuman disiplin yang diberikan kepada Paredes pada saat pertandingan berlangsung.
Meski demikian, pencabutan kartu merah tidak menghentikan proses investigasi. FIFA tetap berhak menjatuhkan sanksi setelah meninjau seluruh bukti dan laporan pertandingan.
Melalui penyelidikan ini, FIFA tidak hanya menilai dugaan tindakan kekerasan, tetapi juga kemungkinan pelanggaran terhadap prinsip sportivitas sebagaimana diatur dalam Pasal 13 Kode Disiplin FIFA.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media