Bola . 21/07/2026, 11:15 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Aturan tersebut mengatur larangan terhadap perilaku yang melanggar norma kesopanan, mencoreng citra sepak bola, maupun merusak reputasi FIFA.
Jaksa disiplin akan mempertimbangkan berbagai faktor yang memberatkan maupun meringankan sebelum memberikan rekomendasi hukuman.
Ini bukan pertama kalinya Argentina berurusan dengan Komite Disiplin FIFA.
Setelah menjuarai Piala Dunia 2022, Argentina didenda karena dianggap melanggar prinsip fair play selama perayaan kemenangan. Emiliano Martínez kemudian juga pernah menerima larangan bermain dua pertandingan pada 2024 akibat perilaku ofensif dalam laga kualifikasi Piala Dunia.
Pada Piala Dunia 2026 sendiri, AFA juga telah menghadapi potensi sanksi setelah para pemain membentangkan spanduk bertuliskan "Las Malvinas son Argentinas" seusai semifinal melawan Inggris, yang berkaitan dengan sengketa Kepulauan Falkland.
Pelatih Argentina Lionel Scaloni terlihat berupaya menenangkan para pemainnya di tengah keributan.
Dalam konferensi pers seusai pertandingan, Scaloni menilai timnya menerima hasil kekalahan dari Spanyol meski suasana di lapangan sempat memanas.
"Kami harus bersikap rendah hati saat menang, dan juga saat kalah. Kami menerima hasil pertandingan ini," ujar Scaloni.
Hingga kini FIFA belum menetapkan kapan hasil penyelidikan akan diumumkan. Tidak ada batas waktu resmi bagi jaksa disiplin untuk menyelesaikan proses investigasi.
Jika terbukti melakukan pelanggaran serius, pemain maupun ofisial Argentina dapat dijatuhi sanksi larangan beraktivitas di seluruh kompetisi sepak bola yang berada di bawah naungan FIFA.
Referensi:
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media