Balap

Marc Marquez Terpuruk Di Silverstone, Akui Tak Mampu Lawan Rival

Marc Marquez mengalami salah satu akhir pekan terburuknya di MotoGP setelah hanya mampu finis ketujuh pada Grand Prix Inggris di Sirkuit Silverstone. Pembalap

Marc Marquez Terpuruk Di Silverstone, Akui Tak Mampu Lawan Rival
Marc Marquez, Image @marcmarquez93 / Instagram

Menariknya, Marc juga mengingat bahwa situasi serupa pernah terjadi sebelumnya di Silverstone. Menurutnya, bahkan ketika dirinya berada dalam kondisi terbaik pada musim sebelumnya, Alex pernah tampil lebih cepat di sirkuit tersebut.

Hal ini menunjukkan bahwa kesulitan Marc tidak semata-mata disebabkan oleh performa motor Ducati.

Marc Marquez Tidak Panik

Meski kehilangan banyak poin dari Jorge Martin, Marquez tidak menunjukkan kepanikan.

Pembalap sembilan kali juara dunia itu justru menegaskan bahwa dirinya ingin menjalani karier dengan pendekatan yang realistis.

Baginya, gelar juara dunia bukan satu-satunya tujuan yang menentukan masa depannya.

Marquez bahkan mengatakan bahwa ambisinya tetap sama, tetapi ia tidak ingin terburu-buru.

“Saya sudah cukup bertarung sepanjang karier saya,” kata Marquez.

Ia menambahkan bahwa dirinya akan kembali bertarung ketika merasa berada dalam kondisi yang baik. Jika kondisi fisiknya belum memungkinkan, ia memilih tetap menikmati waktunya di atas motor.

Pernyataan tersebut memperlihatkan perubahan pendekatan Marquez dibandingkan periode awal kariernya. Setelah melewati berbagai cedera serius, aspek kesehatan dan kemampuan mempertahankan performa menjadi bagian penting dalam menentukan strateginya.

Aragon Jadi Kesempatan Bangkit

Setelah Silverstone, perhatian MotoGP akan beralih ke Aragon. Sirkuit tersebut memberikan peluang lebih baik bagi Marquez untuk bangkit karena menjadi salah satu trek yang selama ini cocok dengan gaya balapnya.

Marquez bahkan mencatatkan kemenangan ganda di Aragon pada musim sebelumnya.

Dengan karakter sirkuit yang lebih menguntungkan, balapan berikutnya dapat menjadi kesempatan bagi Marquez untuk memangkas kembali jarak dengan Jorge Martin.

Namun, persoalan fisik tetap menjadi faktor penting. Kecepatan satu lap bukan lagi satu-satunya tantangan bagi Marquez. Ia perlu memastikan kondisi tubuhnya mampu bertahan sepanjang Sprint dan balapan utama.

Berita Terkait