Balap . 12/08/2026, 22:13 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Yang menjadi perhatian bukan hanya kehilangan poin, melainkan kondisi lengan kanannya.
Kemampuan mengendalikan motor secara penuh merupakan faktor fundamental dalam MotoGP. Pembalap harus mengoperasikan rem depan, throttle, dan kemudi sambil menerima gaya pengereman serta beban fisik yang sangat besar.
Karena itu, pengakuan Marquez bahwa ia tidak dapat mengendalikan lengan kanannya menjadi salah satu hal paling mengkhawatirkan dari akhir pekannya di Silverstone.
Perjalanan Marquez musim ini kembali menunjukkan bahwa performa seorang pembalap MotoGP tidak hanya ditentukan oleh kemampuan motor.
Setelah menjalani operasi untuk mengatasi saraf yang tertekan, proses pemulihan menjadi bagian penting dari perjuangannya mempertahankan performa di lintasan.
Di Silverstone, Marquez secara terbuka mengakui bahwa dirinya tidak berada dalam kondisi fisik terbaik. Bahkan ketika motornya masih mampu membawanya finis ketujuh, keterbatasan pada lengan kanan membuatnya merasa berada dalam situasi berbahaya.
Hasil tersebut menjadi peringatan bahwa Marquez masih memiliki pekerjaan besar untuk memastikan tubuhnya benar-benar siap menghadapi persaingan panjang musim ini.
Marc Marquez memang berhasil membawa Ducati finis ketujuh di Silverstone, tetapi hasil tersebut tidak menggambarkan sepenuhnya beratnya akhir pekan yang ia jalani.
Pengakuannya bahwa lengan kanan tidak dapat dikendalikan dan dirinya merasa berisiko mengalami kecelakaan menunjukkan bahwa persoalan fisik masih menjadi tantangan serius.
Dengan jarak 40 poin dari pemimpin klasemen, Marquez tidak hanya membutuhkan peningkatan performa Ducati. Ia juga membutuhkan kondisi fisik yang kembali optimal agar dapat bertarung secara konsisten dalam perebutan gelar juara dunia.
Referensi:
Crash.net, “Marc Marquez reveals ‘no control over my right arm’ in Silverstone MotoGP”
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media