Bola . 13/08/2026, 20:10 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Isi surat tersebut menjadi sorotan karena secara tegas menyinggung prinsip kolektivitas dalam sepak bola internasional.
Ketiga konfederasi menekankan bahwa sepak bola merupakan milik bersama. Artinya, olahraga tersebut bukanlah properti milik individu maupun kelompok tertentu.
Dalam pernyataan mereka, ketiga konfederasi menyebut perkembangan sepak bola dalam satu dekade terakhir memang nyata. Namun, mereka menilai pertumbuhan tersebut tidak dapat diklaim sebagai hasil kerja satu individu saja.
Pesan tersebut jelas memiliki konteks politik yang kuat di tengah tekanan terhadap Infantino.
Mereka juga menyinggung pentingnya seorang pemimpin memahami bahwa kekuasaan yang dimiliki berasal dari mandat kolektif.
Ketika seorang individu dianggap menempatkan dirinya di atas organisasi dan komunitas yang memberikan mandat kepadanya, maka menurut ketiga konfederasi tersebut, batas tugas kepemimpinan telah terlampaui.
Yang membuat situasi semakin panas adalah munculnya laporan bahwa UEFA, AFC, dan CONCACAF tidak hanya berhenti pada kritik.
Menurut laporan media Inggris The Guardian, ketiga konfederasi tersebut telah memulai diskusi awal mengenai kemungkinan menggelar kompetisi baru.
Pembicaraan tersebut disebut masih berada dalam tahap pendahuluan. Artinya, belum ada keputusan final bahwa kompetisi tandingan FIFA benar-benar akan dibentuk.
Namun, jika wacana tersebut berkembang menjadi kenyataan, dampaknya bisa sangat besar.
Selama ini FIFA menjadi badan tertinggi sepak bola dunia yang menaungi konfederasi dari berbagai kawasan. Kompetisi internasional paling bergengsi seperti Piala Dunia juga berada di bawah otoritas FIFA.
Munculnya kompetisi yang dibentuk oleh beberapa konfederasi besar tentu dapat menciptakan peta kekuatan baru dalam sepak bola internasional.
Bahkan, ancaman boikot terhadap kompetisi FIFA disebut sudah muncul dalam dinamika hubungan UEFA dengan organisasi tersebut.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media