Bola . 13/08/2026, 20:10 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Ada beberapa kemungkinan yang bisa terjadi apabila kompetisi tandingan benar-benar terbentuk.
Pertama, Indonesia dapat memilih tetap mengikuti kompetisi yang diselenggarakan FIFA.
Kedua, Indonesia dapat mengikuti kompetisi yang digagas AFC bersama UEFA dan CONCACAF.
Ketiga, PSSI bisa berusaha mengambil posisi tengah sembari menunggu perkembangan konflik.
Namun, masing-masing pilihan memiliki konsekuensi.
Jika PSSI mengikuti kompetisi tandingan, hubungan dengan FIFA berpotensi menjadi rumit. Sebaliknya, jika Indonesia memilih bertahan bersama FIFA sementara AFC berada di kubu berseberangan, posisi PSSI di lingkungan sepak bola Asia juga dapat menghadapi tantangan.
Karena itu, persoalan ini bukan sekadar memilih turnamen mana yang akan diikuti.
Ada aspek diplomasi olahraga, hubungan antarfederasi, kalender pertandingan, status pemain, hak siar, hingga kemungkinan konsekuensi regulasi yang harus diperhitungkan.
Bagi suporter, persoalan ini mungkin terlihat sederhana.
Jika ada dua kompetisi, tinggal pilih mana yang lebih menarik.
Tetapi bagi federasi sepak bola, situasinya jauh lebih rumit.
PSSI harus memperhitungkan hubungan kelembagaan dengan FIFA dan AFC secara bersamaan.
Terlebih lagi, pemain-pemain Indonesia kini semakin banyak yang berkarier di luar negeri. Kalender pertandingan internasional dan status kompetisi menjadi sangat penting bagi pemanggilan pemain.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media