Balap

Quartararo Tak Lagi Bahagia di Yamaha, Honda Jadi Harapan Baru MotoGP 2027

Fabio Quartararo akan mengakhiri perjalanan panjangnya bersama Yamaha pada akhir musim MotoGP 2026. Setelah menjalani sebagian besar karier MotoGP

Quartararo Tak Lagi Bahagia di Yamaha, Honda Jadi Harapan Baru MotoGP 2027
Fabio Quartararo, Image: @fabioquartararo20 / Instagram

Ia ingin kembali merasakan sensasi bertarung di lintasan.

Quartararo masih berusia 27 tahun dan sudah memiliki pengalaman panjang di MotoGP. Ia juga sudah membuktikan dirinya mampu menjadi juara dunia ketika mendapatkan paket motor yang kompetitif.

Karena itu, Honda bukan sekadar perpindahan tim.

Ini merupakan kesempatan bagi Quartararo untuk menghidupkan kembali kariernya setelah beberapa musim sulit bersama Yamaha.

Bahkan Marc Marquez ikut menyoroti kombinasi Quartararo dan Honda sebagai salah satu hal menarik yang patut diperhatikan pada 2027 jika Honda mampu menyediakan motor yang kompetitif.

Komentar tersebut tentu memiliki bobot tersendiri mengingat Marquez merupakan salah satu pembalap paling sukses dalam sejarah MotoGP.

Honda Menjadi Taruhan Besar Quartararo

Kepindahan ke Honda tetap memiliki risiko.

Honda belum memberikan jaminan bahwa motor 2027 akan langsung menjadi kandidat juara. Regulasi baru juga akan menghadirkan tantangan berbeda bagi seluruh pabrikan.

Namun justru karena semua pabrikan memulai babak baru, Quartararo melihat peluang untuk membangun sesuatu dari awal.

Ia tidak perlu menunggu Yamaha menyelesaikan masalah yang sudah berlangsung selama beberapa tahun. Sebaliknya, ia akan bergabung dengan proyek Honda ketika pabrikan tersebut juga sedang melakukan perubahan besar.

Kontrak Quartararo bersama Honda berlaku untuk musim 2027 dan 2028. Dengan demikian, ia memiliki waktu untuk membantu Honda mengembangkan motor sekaligus mengejar kembali posisi yang pernah ia raih bersama Yamaha.

Penutup

Perpisahan Fabio Quartararo dan Yamaha menjadi salah satu perubahan terbesar dalam peta MotoGP menjelang era 2027.

Quartararo tidak pergi karena kehilangan kemampuan untuk bersaing. Justru persoalan utamanya adalah ia merasa tidak lagi mendapatkan motor yang memungkinkan dirinya menunjukkan kemampuan tersebut secara maksimal.

Berita Terkait