Balap

Max Verstappen Akui Nyaris Pensiun dari F1 sebelum Putuskan Bertahan di Red Bull hingga 2030

Max Verstappen ternyata sempat berada dalam posisi yang tidak biasa ketika harus menentukan masa depannya di Formula 1. Pembalap asal Belanda itu mengaku

Max Verstappen Akui Nyaris Pensiun dari F1 sebelum Putuskan Bertahan di Red Bull hingga 2030
Verstappen, Image: @maxverstappen1 / Instagram

Bagi Verstappen, hubungan yang sudah terbentuk selama bertahun-tahun menjadi salah satu alasan utama untuk bertahan. Ia juga merasa Red Bull selalu memberikan dukungan penuh ketika dirinya berada di lintasan.

Karena itu, pindah tim hanya demi mencoba sesuatu yang baru bukan menjadi prioritasnya.

Kontrak Baru Membuat Masa Depan Verstappen Lebih Jelas

Red Bull kemudian mengumumkan perpanjangan kontrak Verstappen hingga akhir musim 2030.

Kontrak sebelumnya diketahui masih berlaku sampai akhir 2028. Perpanjangan tersebut sekaligus mengakhiri spekulasi panjang mengenai kemungkinan Verstappen meninggalkan Red Bull.

Nama Verstappen sebelumnya memang menjadi salah satu pusat perhatian dalam bursa pembalap F1.

McLaren sempat dikaitkan dengan kemungkinan merekrutnya untuk musim 2027, sementara Mercedes juga disebut sebagai salah satu tim yang berpotensi menjadi tujuan sang juara dunia.

Namun, seluruh spekulasi tersebut akhirnya berakhir setelah Verstappen memilih tetap bersama Red Bull.

Keputusan itu juga memberikan kepastian kepada tim-tim lain yang sebelumnya mungkin harus mempersiapkan berbagai skenario untuk susunan pembalap mereka.

Regulasi Mesin Sempat Membuat Verstappen Berpikir untuk Pergi

Salah satu faktor yang membuat Verstappen mempertanyakan masa depannya adalah perubahan regulasi mesin Formula 1 yang mulai berlaku pada 2026.

Verstappen sebelumnya menjadi salah satu pembalap yang paling vokal mengkritik regulasi mesin baru tersebut. Bahkan, perubahan arah Formula 1 sempat membuatnya mempertimbangkan kemungkinan meninggalkan olahraga tersebut.

Namun, situasi mulai berubah setelah Verstappen melakukan pembicaraan dengan pihak Formula 1 dan FIA mengenai masa depan regulasi.

Menurutnya, terdapat sejumlah kemungkinan perbaikan untuk tahun-tahun berikutnya. Salah satu hal yang membuatnya lebih terbuka adalah adanya peluang bagi Formula 1 untuk mempertimbangkan kembali penggunaan mesin V8 pada masa depan.

Bagi Verstappen, perubahan tersebut cukup untuk membuatnya bersedia menerima kondisi Formula 1 saat ini.

Berita Terkait