Balap . 02/09/2026, 18:06 WIB

Sempat Dikritik Quartararo, Yamaha Kini Balik Menyerang

Penulis : Makruf  |  Editor : Makruf

fin.co.id - Yamaha membalas kritik Fabio Quartararo setelah pembalap asal Prancis itu menyatakan tidak lagi ingin membantu pengembangan motor tim untuk MotoGP 2027. Ketegangan antara kedua pihak pun semakin terbuka, terutama karena Quartararo menilai Yamaha tidak memberikan perlakuan yang adil terkait program pengujian ban Pirelli dan motor baru.

Quartararo sebelumnya mengungkapkan bahwa ia tidak akan lagi terlibat dalam pekerjaan pengembangan motor Yamaha dengan alasan pribadi. Pernyataan tersebut muncul pada akhir pekan MotoGP Aragon, saat hubungan sang juara dunia 2021 dengan pabrikan Jepang itu sedang berada dalam situasi yang rumit.

Musim 2026 menjadi periode yang sulit bagi Yamaha. Motor V4 baru yang dipersiapkan sebagai langkah besar dalam perubahan arah teknis tim belum mampu menghasilkan peningkatan performa seperti yang diharapkan. Situasi itu membuat Quartararo semakin kritis terhadap proses pengembangan motor, terlebih ia akan meninggalkan Yamaha setelah musim ini dan bergabung dengan Honda pada 2027.

Yamaha Menilai Quartararo Kurang Objektif

Direktur Yamaha Motor Racing, Paolo Pavesio, memberikan respons terhadap keluhan Quartararo. Menurutnya, pembalap berusia 27 tahun itu kerap menyebut Yamaha tidak cukup agresif mengembangkan motor, tetapi juga merasa terganggu ketika tim memintanya mencoba komponen baru.

Pavesio menilai ada ketidaksesuaian antara tuntutan Quartararo dan reaksinya terhadap program pengujian. Yamaha memang mengakui belum berada di level yang diinginkan, tetapi tim menegaskan bahwa mereka terus berupaya mencari kemajuan di tengah persaingan MotoGP yang sangat ketat.

Pernyataan itu memperlihatkan bahwa Yamaha tidak sepenuhnya menerima kritik Quartararo. Tim pabrikan asal Iwata tersebut memandang pengembangan motor sebagai proses panjang yang membutuhkan banyak eksperimen, termasuk mencoba suku cadang baru yang belum tentu langsung menghasilkan catatan waktu lebih cepat.

Dalam balapan modern, pekerjaan pengembangan tidak hanya bergantung pada insinyur di garasi. Masukan pembalap sangat menentukan arah setelan, respons mesin, karakter aerodinamika, hingga perilaku ban. Namun, semakin banyak komponen baru diuji, semakin besar pula kemungkinan pembalap kehilangan dasar setelan yang sudah dipahami sebelumnya. Hal inilah yang tampaknya menjadi salah satu sumber frustrasi Quartararo.

Diminta Mencontoh Jack Miller

Manajer tim Yamaha, Massimo Meregalli, menyampaikan komentar yang lebih tajam. Ia meminta Quartararo melihat sikap Jack Miller, pembalap yang dinilai tetap memberikan usaha maksimal untuk tim meski masa depannya tidak lagi bersama Yamaha.

Meregalli menilai Miller mampu menjaga suasana kerja tetap positif ketika kondisi di lintasan tidak berjalan ideal. Pesan tersebut secara tidak langsung menjadi teguran bagi Quartararo, yang dianggap Yamaha terlalu sering melontarkan keluhan terhadap arah pengembangan motor.

Perbandingan dengan Miller tentu memiliki konteks berbeda. Quartararo merupakan pembalap andalan Yamaha selama beberapa musim terakhir dan pernah membawa tim meraih gelar juara dunia pada 2021. Ia juga telah melewati masa ketika Yamaha kesulitan mengejar Ducati, KTM, Aprilia, dan Honda dalam perlombaan teknologi.

Di sisi lain, Miller berada dalam posisi pembalap yang tetap harus menunjukkan profesionalisme serta nilai kontribusinya kepada tim. Yamaha tampaknya ingin menegaskan bahwa status kontrak yang akan berakhir tidak seharusnya menghentikan komitmen terhadap pekerjaan sepanjang musim berjalan.

Persoalan Tes Pirelli dan Motor 850cc

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com