Balap . 02/09/2026, 18:06 WIB

Sempat Dikritik Quartararo, Yamaha Kini Balik Menyerang

Penulis : Makruf  |  Editor : Makruf

Salah satu alasan utama kemarahan Quartararo adalah keputusan Yamaha yang tidak memberinya kesempatan menjajal ban Pirelli pada pengujian setelah MotoGP Austria. Pirelli akan menjadi pemasok ban tunggal MotoGP mulai era regulasi baru, bersamaan dengan penggunaan mesin berkapasitas 850cc pada 2027.

Quartararo merasa keputusan tersebut tidak adil karena ia sebelumnya diminta berkontribusi terhadap pengembangan motor yang diarahkan untuk musim 2027. Yamaha, sebaliknya, memilih menggunakan Toprak Razgatlioglu dan Izan Guevara dalam tes tersebut karena keduanya akan membela tim pada musim depan.

Meregalli mengatakan keputusan itu lazim dilakukan oleh pabrikan lain terhadap pembalap yang sudah dipastikan pergi. Ia menyebut sejumlah pembalap, seperti Jorge Martin, Ai Ogura, Francesco Bagnaia, dan Pedro Acosta, juga tidak akan otomatis dilibatkan oleh tim lama mereka dalam pengujian motor untuk 2027.

Namun, praktik antar-pabrikan tidak sepenuhnya seragam. KTM justru memberi Pedro Acosta kesempatan mengendarai motor dalam pengujian Pirelli dan mesin 850cc meski pembalap Spanyol itu akan pindah ke Ducati. KTM menilai data dari pembalap terbaiknya tetap berharga untuk mempercepat pengembangan.

Perbedaan pendekatan tersebut membuat perdebatan tentang Quartararo semakin menarik. Di satu sisi, Yamaha ingin melindungi data teknis dan fokus pada pembalap yang akan menjadi bagian proyek berikutnya. Di sisi lain, pembalap berpengalaman seperti Quartararo dapat memberikan masukan penting karena sudah memahami kelemahan motor Yamaha dalam beberapa musim terakhir.

Hubungan yang Makin Sulit

Ketegangan terbuka ini menunjukkan bahwa perpisahan Quartararo dan Yamaha tidak berjalan mulus. Kedua pihak masih terikat kontrak hingga akhir musim 2026, sehingga mereka tetap harus bekerja sama dalam setiap seri MotoGP yang tersisa.

Quartararo membutuhkan motor kompetitif untuk menutup kiprahnya bersama Yamaha dengan hasil terbaik. Yamaha juga membutuhkan kemampuan dan pengalaman sang pembalap untuk mengumpulkan poin serta memahami karakter motor V4 yang masih terus dikembangkan.

Akan tetapi, komentar saling menyindir berpotensi membuat komunikasi di dalam tim menjadi lebih sulit. Dalam olahraga yang sangat bergantung pada kepercayaan antara pembalap, teknisi, dan manajemen, hubungan yang retak dapat memengaruhi efektivitas kerja di paddock.

Penutup

Perselisihan Yamaha dan Fabio Quartararo menjadi gambaran betapa rumitnya masa transisi menjelang perubahan regulasi MotoGP 2027. Yamaha ingin menjaga arah proyek jangka panjangnya, sedangkan Quartararo merasa kontribusinya tidak dihargai secara seimbang.

Secara ilmiah dan teknis, pengembangan motor balap membutuhkan pengumpulan data berulang dari berbagai pembalap, kondisi lintasan, jenis ban, serta konfigurasi mesin. Perbedaan gaya membalap dapat menghasilkan data yang saling melengkapi. Karena itu, keputusan mengabaikan atau melibatkan pembalap yang akan pindah tim selalu memiliki keuntungan dan risiko tersendiri.

Kini, perhatian akan tertuju pada apakah Yamaha dan Quartararo mampu meredakan ketegangan demi menyelesaikan musim 2026 secara profesional, atau justru konflik tersebut akan terus membesar menjelang kepindahan sang pembalap ke Honda.

Referensi Internasional: Crash.net, L’Equipe

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com