Balap . 06/09/2026, 14:36 WIB

Halangi Liam Lawson saat Kualifikasi, Oscar Piastri Turun dari P3 ke P6 di Monza

Penulis : Makruf  |  Editor : Makruf

“Steward menerima bahwa dengan informasi yang dimilikinya dan situasi yang dihadapinya, pembalap mobil nomor 81 pada tahap tersebut tidak memiliki pilihan lain,” demikian penjelasan steward.

Meskipun demikian, tindakan Piastri tetap dianggap menghalangi Lawson. Berdasarkan aturan yang diterapkan dalam kasus impeding selama kualifikasi, steward menjatuhkan penalti standar berupa penurunan tiga posisi di grid.

Keputusan tersebut memperlihatkan bahwa tidak adanya unsur kesengajaan tidak selalu membebaskan pembalap dari hukuman. Steward menilai dampak sebuah kejadian terhadap pembalap lain, sekaligus mempertimbangkan apakah insiden tersebut sebenarnya dapat dicegah melalui komunikasi tim yang lebih baik.

Piastri Soroti Perbedaan Kecepatan

Sebelum keputusan steward diumumkan, Piastri mengaku belum sepenuhnya memahami bagaimana Lawson bisa tiba begitu cepat di belakangnya. Ia menyoroti besarnya perbedaan kecepatan antara mobil yang baru keluar dari pit dan mobil yang sedang menjalani putaran cepat.

“Saya baru keluar dari pit dan perbedaan kecepatannya sangat, sangat besar di sini. Saya benar-benar tidak tahu dari mana dia datang. Saya perlu memeriksanya kembali bersama tim,” kata Piastri.

Karakteristik Monza memang membuat situasi seperti ini lebih sulit ditangani. Mobil yang sedang menjalani push lap dapat mencapai kecepatan sangat tinggi sebelum melakukan pengereman keras menuju chicane pertama. Sebaliknya, mobil yang keluar dari pit masih harus meningkatkan kecepatan dan mempersiapkan ban.

Dalam kondisi tersebut, keterlambatan informasi selama beberapa detik dapat menyebabkan gangguan. Tim biasanya harus memberi tahu pembalap mengenai posisi, kecepatan, dan status mobil lain, termasuk apakah pembalap di belakang sedang melakukan push lap atau hanya menjalani putaran persiapan.

Lawson Tetap Start dari Belakang

Lawson mengakui insiden tersebut bukan situasi ideal karena terjadi ketika ia mencoba mencatatkan putaran cepat pada bagian akhir sesi. Kesempatan untuk memperbaiki catatan waktu menjadi semakin terbatas setelah ia tertahan di Tikungan 1.

“Situasinya memang tidak ideal. Kami menunggu hingga bagian akhir untuk mencoba mencatatkan putaran, lalu saya terhalang di Tikungan 1,” ujar Lawson.

Kendati menjadi pembalap yang dirugikan dalam insiden tersebut, Lawson tetap harus memulai balapan dari belakang grid. Ia telah menerima penalti terpisah karena menggunakan komponen mesin melebihi jumlah yang diizinkan dalam satu musim.

Kondisi itu membuat fokus utama Lawson sejak awal akhir pekan lebih diarahkan pada persiapan balapan. Red Bull melakukan sejumlah simulasi jarak panjang untuk membantu Lawson mencari setelan yang mendukung upayanya naik posisi dari bagian belakang grid.

Penutup

Penalti yang diterima Oscar Piastri menjadi contoh pentingnya komunikasi antara pembalap dan tim selama sesi kualifikasi. Pada lintasan secepat Monza, perbedaan kecepatan antara mobil yang keluar dari pit dan mobil yang sedang menjalani push lap dapat menciptakan situasi berbahaya hanya dalam hitungan detik.

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com