Balap . 08/09/2026, 16:33 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
fin.co.id - Ferrari menjalani Formula 1 GP Italia 2026 dengan harapan besar di hadapan pendukungnya sendiri di Sirkuit Monza. Charles Leclerc dan Lewis Hamilton memulai balapan dari baris kedua, sebuah posisi yang membuat Tifosi masih berharap tim kesayangannya dapat memberi kejutan di rumah sendiri.
Namun, harapan itu menguap hanya dalam dua putaran pertama. Hamilton dan Leclerc terlibat kontak pada Tikungan 1, membuat Hamilton terdorong ke area gravel dan terlempar hingga posisi ke-10. Situasi kemudian makin buruk ketika Leclerc mengalami kecelakaan di Parabolica pada akhir lap kedua.
Balapan kandang yang semestinya menjadi kesempatan penting bagi Ferrari pun berubah menjadi akhir pekan penuh kekecewaan. Hamilton akhirnya finis keenam, sementara Leclerc gagal menyelesaikan balapan.
Duel antara dua pembalap Ferrari tersebut menjadi perhatian karena terjadi pada momen yang sangat krusial. Ketika dua mobil dari tim yang sama memperebutkan ruang di tikungan pertama, risiko kehilangan posisi, kerusakan mobil, hingga kecelakaan tentu meningkat.
Hamilton menjadi pihak yang paling dirugikan secara langsung. Setelah terlempar keluar lintasan, juara dunia tujuh kali itu harus bekerja keras mengejar posisi yang hilang. Ferrari memang masih membawa Hamilton finis di posisi enam, tetapi hasil itu jauh dari harapan tim yang tampil di kandang sendiri.
Leclerc sempat melanjutkan balapan bersama rombongan terdepan. Akan tetapi, mobilnya kehilangan kendali di Parabolica dan menghantam pembatas lintasan. Kecelakaan itu memastikan Ferrari kehilangan salah satu mobilnya saat balapan baru memasuki lap kedua.
Masalah ini tidak hanya soal siapa yang paling bersalah dalam insiden tersebut. Yang lebih mengkhawatirkan adalah kesan bahwa Hamilton dan Leclerc tidak memiliki pedoman yang cukup jelas ketika harus bertarung satu sama lain di lintasan.
Usai balapan, Hamilton menyinggung pentingnya aturan keterlibatan atau rules of engagement di dalam tim. Ia membandingkan situasi tersebut dengan masa ketika membela Mercedes, tim yang menurutnya memiliki aturan tertulis untuk mengatur duel antarpembalap.
“Hingga saat ini, tidak ada aturan. Kami perlu membahasnya,” kata Hamilton.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa persoalan Ferrari tidak berhenti pada kecelakaan di Monza. Hamilton menilai komunikasi dan prosedur tim perlu diperbaiki agar kesalahan serupa tidak terus berulang.
Keluhan Hamilton terhadap eksekusi Ferrari juga bukan pertama kali terjadi. Pada GP Belanda, ia sempat melontarkan komentar sarkastis melalui radio tim setelah merasa kehilangan waktu di belakang Leclerc. Saat itu, Ferrari tidak segera mengambil keputusan ketika Hamilton merasa memiliki strategi yang lebih baik untuk menyerang pembalap Mercedes.
Di Monza, Hamilton juga menilai strategi Ferrari tidak maksimal. Ia tidak masuk pit ketika periode virtual safety car berlangsung dan harus bertahan lebih lama dengan ban medium lama. Keputusan itu membuat peluangnya mendapatkan hasil lebih tinggi makin berat.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media