Balap . 08/09/2026, 15:02 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
fin.co.id - Hubungan Fabio Quartararo dan Yamaha kembali menjadi perhatian menjelang MotoGP San Marino 2026 di Sirkuit Misano. Dengan sembilan seri tersisa pada musim ini, ketegangan antara pembalap asal Prancis tersebut dan pabrikan Jepang itu dilaporkan semakin terasa.
Quartararo sudah dipastikan akan meninggalkan Yamaha setelah MotoGP 2026 berakhir. Juara dunia MotoGP 2021 itu telah memilih melanjutkan karier bersama Honda pada 2027. Namun, situasi yang berkembang saat ini bukan hanya soal perpisahan di akhir musim, melainkan juga menyangkut kerja sama keduanya sepanjang sisa balapan.
Perselisihan terbaru muncul setelah Yamaha tidak memberikan izin kepada Quartararo untuk mengikuti tes ban Pirelli di Red Bull Ring, Austria. Tes tersebut berkaitan dengan persiapan menuju perubahan regulasi MotoGP pada 2027, ketika motor akan menggunakan mesin 850 cc dan Pirelli menjadi pemasok ban baru.
Quartararo kemudian menyampaikan bahwa dirinya tidak lagi ingin membantu pengembangan motor Yamaha saat ini untuk kepentingan musim 2027. Pernyataan itu memperlihatkan kekecewaan besar dari sang pembalap terhadap keputusan tim.
Posisi Quartararo menjadi cukup rumit karena beberapa pembalap yang akan berganti tim pada 2027 diketahui tetap mendapat kesempatan untuk mengikuti tes ban Pirelli sebelumnya. Situasi tersebut membuat keputusan Yamaha terhadap Quartararo semakin dipertanyakan.
Yamaha tidak tinggal diam. Paolo Pavesio dan Massimo Meregalli memberikan pernyataan tegas sebagai respons atas kritik Quartararo. Meski rincian komunikasi internal antara kedua pihak tidak seluruhnya diketahui publik, respons tersebut menunjukkan bahwa perbedaan pandangan tidak lagi dapat dianggap sebagai persoalan kecil.
Kekecewaan Quartararo terhadap perkembangan motor Yamaha sebenarnya bukan hal baru. Ia beberapa kali menyinggung bahwa kemajuan Yamaha, termasuk proyek mesin V4, belum memenuhi ekspektasinya pada musim ini.
Bagi pembalap dengan karakter kompetitif seperti Quartararo, kemampuan motor sangat menentukan peluang untuk bersaing di barisan depan. Ketika performa tidak berkembang sesuai target, rasa frustrasi dapat muncul dan memengaruhi suasana kerja antara pembalap, insinyur, serta manajemen tim.
MotoGP 2026 masih menyisakan sembilan seri, sehingga Yamaha dan Quartararo tetap harus bekerja bersama dalam waktu yang cukup panjang. Kedua pihak memiliki kepentingan yang sama untuk menutup musim dengan hasil terbaik, walaupun kerja sama mereka akan berakhir.
Bagi Quartararo, hasil bagus pada sisa musim dapat menjadi penutup yang kuat sebelum memulai petualangan baru bersama Honda. Performa kompetitif juga penting untuk menjaga kepercayaan diri dan momentum menjelang perubahan besar dalam kariernya.
Sementara itu, Yamaha membutuhkan masukan pembalap berpengalaman untuk memaksimalkan performa motor hingga akhir musim. Quartararo bukan sekadar pembalap utama Yamaha, tetapi juga sosok yang memahami karakter motor dan tantangan yang dihadapi tim selama beberapa tahun terakhir.
Kondisi seperti ini menuntut profesionalisme dari kedua pihak. Ketegangan tidak selalu berarti kerja sama langsung berhenti, tetapi komunikasi yang buruk dapat membuat fokus tim terpecah. Dalam balap motor modern, detail kecil pada pengaturan elektronik, pengereman, aerodinamika, hingga pemilihan ban bisa berdampak besar terhadap hasil akhir.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media