Sirkuit Madrid Dinilai Minim Peluang Menyalip, Verstappen Minta Masukan Pembalap Didengar
Max Verstappen menilai desain sirkuit baru Madrid atau Madring masih perlu diperbaiki agar balapan Formula 1 tidak miskin aksi menyalip. Juara dunia empat kali
fin.co.id - Max Verstappen menilai desain sirkuit baru Madrid atau Madring masih perlu diperbaiki agar balapan Formula 1 tidak miskin aksi menyalip. Juara dunia empat kali itu menegaskan sejumlah tikungan dan zona pengereman di lintasan jalan raya berkecepatan tinggi tersebut belum memberi ruang ideal bagi pembalap untuk melakukan duel roda ke roda.
Komentar Verstappen muncul setelah ia menempati posisi ketiga dalam sesi kualifikasi GP Spanyol. Lando Norris meraih pole position, sedangkan Andrea Kimi Antonelli berada di depan Verstappen. Namun, pembalap Red Bull itu justru mengkhawatirkan jalannya balapan karena karakter lintasan dinilai membuat upaya melewati rival menjadi sangat sulit.
Menurut Verstappen, aspal Madring secara umum memiliki daya cengkeram yang baik. Ia juga mengapresiasi penyelenggara yang mampu menyiapkan sirkuit baru serta membagikan informasi untuk kebutuhan simulator dengan cepat. Meski begitu, penilaian positif tersebut tidak menghapus masalah utama pada rancangan tikungan.
Zona Pengereman Dinilai Tidak Mendukung Duel
Verstappen menyoroti area pengereman yang mengharuskan pembalap sekaligus membelokkan mobil. Situasi seperti itu membuat pengemudi sulit mencoba late braking atau pengereman lebih lambat untuk menyalip lawan, sebab mobil harus tetap stabil saat memasuki tikungan.
“Tikungannya, Anda tidak bisa menyalip. Di beberapa tempat, zona pengeremannya perlu dipahami bahwa seharusnya tidak sampai membuat Anda harus membelok sambil mengerem, karena itu tidak memungkinkan adanya peluang menyalip,” kata Verstappen.
Dalam Formula 1, titik pengereman keras sebelum tikungan lambat biasanya menjadi salah satu lokasi terbaik untuk menyerang. Mobil yang berada di belakang dapat memanfaatkan kecepatan lebih tinggi, efek slipstream, atau bantuan DRS untuk mendekat sebelum mengerem lebih lambat dari rivalnya.
Baca Juga
Namun, peluang itu menyusut apabila jalan masuk tikungan sempit, arah trek berubah ketika pengereman berlangsung, atau tikungan berikutnya tidak memberikan ruang cukup untuk dua mobil berjalan berdampingan. Pembalap yang mencoba menyerang berisiko keluar jalur, kehilangan momentum, bahkan bersenggolan dengan lawan.
Verstappen menyebut alasan keterbatasan ruang tidak seharusnya menjadi pembenaran untuk membiarkan trek tanpa titik menyalip. Ia yakin desain sirkuit masih dapat diubah untuk menciptakan balapan yang lebih hidup.
Verstappen Minta Pembalap Dilibatkan dalam Desain Trek
Pembalap asal Belanda itu meminta masukan dari para pembalap lebih didengar ketika desain sirkuit dirancang atau dievaluasi. Mereka merupakan pihak yang merasakan langsung perilaku mobil di setiap tikungan, termasuk titik pengereman, kemiringan trek, lebar lintasan, hingga kemungkinan mengikuti mobil lain dari jarak dekat.
Verstappen menilai perubahan pada beberapa tikungan dapat membuat Madring lebih ramah terhadap aksi balap tanpa menghilangkan karakter uniknya. Ia tidak meminta seluruh sirkuit dirombak, tetapi ingin ada perbaikan pada bagian yang paling menghambat duel.
Baca Juga
“Dalam hal desain sirkuit, saya pikir itu bisa lebih baik. Masukan dari pembalap untuk desain trek pada masa depan juga dapat sangat membantu,” ujar Verstappen.
Keluhan tersebut penting karena F1 modern menghadapi tantangan aerodinamika. Mobil yang mengikuti kendaraan di depannya dapat kehilangan performa akibat udara turbulen atau dirty air. Ketika downforce berkurang, mobil belakang lebih sulit mempertahankan kecepatan di tikungan dan tidak cukup dekat untuk menyerang pada trek lurus berikutnya.
Karena itu, desain lintasan menjadi faktor besar. Trek yang memiliki zona pengereman panjang, tikungan lambat, lebar lintasan memadai, dan jalur keluar tikungan yang memungkinkan dua mobil beradu posisi biasanya lebih kondusif bagi aksi menyalip.