Diggia Akui Aprilia Lebih Unggul di Misano, Marc Marquez Jadi Pembeda Ducati
Fabio di Giannantonio (Diggia) mengakui Aprilia sedang memiliki keunggulan dibanding Ducati di Sirkuit Misano. Namun, menurut pembalap VR46 Racing Team itu
fin.co.id - Fabio di Giannantonio (Diggia) mengakui Aprilia sedang memiliki keunggulan dibanding Ducati di Sirkuit Misano. Namun, menurut pembalap VR46 Racing Team itu, Marc Marquez mampu membuat Ducati tetap berada pada level yang sama dengan pabrikan asal Noale tersebut melalui kemampuan dan arah pengembangannya.
Diggia finis keempat dalam Sprint MotoGP San Marino 2026. Ia sempat berada di posisi podium pada paruh awal balapan, sebelum Jorge Martin menyalipnya dan membuat pembalap Italia itu harus puas melewati garis finis di urutan keempat.
Hasil tersebut tetap penting bagi Di Giannantonio karena ia merasa sudah mengeluarkan kemampuan maksimal dari paket Ducati yang digunakannya. Akan tetapi, penampilannya juga memperlihatkan pekerjaan besar yang masih harus dilakukan Ducati, khususnya untuk menghadapi kecepatan Aprilia di Misano.
Diggia Merasa Sudah Maksimal dengan Ducati
Di Giannantonio menilai peluang hasil yang lebih baik sebenarnya terbuka sejak sesi kualifikasi. Ia mengaku sedang mencatatkan waktu sekitar 0,15 detik lebih cepat sebelum mengalami kecelakaan. Posisi start yang lebih baik diyakini dapat membantunya menjaga posisi depan lebih lama dalam Sprint.
Meski demikian, ia tidak menilai balapan Sprint sebagai kegagalan. Pembalap berusia 27 tahun itu menyebut dirinya telah memeras kemampuan motor hingga batas maksimal.
“Saya pikir saya sudah memaksimalkan paket kami. Saya sebenarnya bisa tampil lebih baik di kualifikasi karena sudah 0,15 detik lebih cepat ketika terjatuh. Namun, dalam balapan, itulah kemampuan maksimalnya,” kata Di Giannantonio.
Baca Juga
Ia bahkan hanya kehilangan satu poin dari Jorge Martin sebagai pemenang Sprint. Dengan selisih 49 poin dari pemuncak klasemen menjelang grand prix utama, Di Giannantonio menegaskan belum ingin menyerah dalam persaingan gelar.
Secara matematis, peluangnya memang masih terbuka. Karena itu, ia ingin terus mendorong performa tim dan motor, sembari memanfaatkan setiap balapan yang tersisa untuk memangkas jarak.
Aprilia Kuat di Tikungan Cepat Misano
Keunggulan utama Aprilia, menurut Diggia, terlihat saat motor memasuki tikungan cepat Misano. RS-GP dinilai lebih stabil ketika pembalap mengerem sambil mulai membelokkan motor, sebuah teknik yang dikenal sebagai trail braking.
Curvone menjadi salah satu titik yang paling menonjol. Tikungan cepat tersebut membutuhkan kepercayaan diri tinggi pada roda depan, kestabilan saat motor miring, serta kemampuan menjaga kecepatan menikung. Aprilia tampak mampu membawa kecepatan lebih tinggi pada area seperti ini.
Baca Juga
Ia menjelaskan bahwa ia kerap berada di batas kemampuan ban depan ketika mencoba menahan pengereman lebih lama untuk menyiapkan jalur masuk tikungan yang ideal.
“Mereka bisa melakukan trail braking lebih banyak dan menyiapkan jalur dengan baik. Saya tidak bisa, karena setiap kali mencoba tetap mengerem untuk mengambil jalur yang tepat, saya kehilangan bagian depan,” ujarnya.
Masalah tersebut membuatnya perlu mengubah gaya berkendara. Ia menggambarkan pendekatannya lebih menyerupai gaya supermoto, yaitu membiarkan motor masuk tikungan dengan sudut lebih menyamping. Cara ini mungkin membantu memutar motor, tetapi dapat merugikan di tikungan cepat karena kecepatan yang hilang akan berlipat saat keluar tikungan.