Marc Marquez Pilih Tak Ngotot Lawan Jorge Martin di Sprint MotoGP Austria, Ini Alasannya
Marc Marquez memilih tidak mempertahankan posisinya secara berlebihan ketika mendapat serangan dari Jorge Martin dalam Sprint MotoGP Austria 2026 di Red Bull
"Targetnya jelas, hanya mencoba finis di belakang Jorge. Karena Pedro dan Jorge lebih cepat daripada saya," ungkap Marquez.
Marquez juga berusaha mencegah pembalap lain berada di antara dirinya dan Martin.
Dalam perebutan gelar yang berlangsung ketat, setiap posisi yang memisahkan kedua pembalap dapat menghasilkan perbedaan poin lebih besar.
Karena itu, finis tepat di belakang Martin dianggap lebih sesuai dengan kondisi yang dihadapi Marquez dibandingkan memaksakan duel yang berpotensi membuatnya kehilangan lebih banyak poin.
Kesalahan Pedro Acosta Mengubah Balapan
Pedro Acosta sebenarnya berada dalam posisi kuat untuk memenangkan Sprint MotoGP Austria.
Setelah melewati Marquez, pembalap KTM tersebut memimpin balapan. Namun, Martin dan Marquez terus memberikan tekanan dari belakang.
Baca Juga
Acosta akhirnya melakukan kesalahan ketika sedang memimpin. Insiden tersebut membuat Martin mengambil keuntungan dan bergerak ke posisi terdepan.
Marquez tidak menyalahkan Acosta atas kesalahan tersebut.
"Kami berkendara pada batas dan hanya ada batas yang sangat kecil untuk melakukan kesalahan," kata Marquez.
Menurutnya, Acosta tetap harus menekan karena Martin dan dirinya mulai mendekat.
Baca Juga
Situasi tersebut menggambarkan tipisnya margin kesalahan ketika pembalap MotoGP berada pada kecepatan maksimal. Sedikit kesalahan pada pengereman, posisi motor atau penggunaan grip ban dapat berakhir dengan kehilangan posisi bahkan kecelakaan.
Marquez Ungkap Ducati Sedang Kesulitan
Bukan hanya strategi perebutan gelar yang membuat Marquez memilih lebih berhati-hati.
Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya dan Ducati mengalami kesulitan di Red Bull Ring.