Balap

Ai Ogura Ungkap Dua Alasan Tolak Kesempatan Gabung Honda

Ai Ogura mengungkapkan dua alasan utama yang membuatnya menolak kesempatan bergabung dengan Honda di MotoGP pada 2024. Pembalap asal Jepang itu

Ai Ogura Ungkap Dua Alasan Tolak Kesempatan Gabung Honda
Ai Ogura, Image: @aiogura79 / Instagram

fin.co.id - Ai Ogura mengungkapkan dua alasan utama yang membuatnya menolak kesempatan bergabung dengan Honda di MotoGP pada 2024. Pembalap asal Jepang itu mengaku belum siap menghadapi persaingan di kelas utama dan ingin meraih gelar juara dunia terlebih dahulu sebelum naik ke MotoGP. Keputusan tersebut membawanya meraih gelar juara Moto2 bersama MT Helmets-MSI sebelum akhirnya debut di MotoGP bersama Trackhouse Aprilia pada 2025.

Belum Siap Menghadapi Persaingan MotoGP

Sebelum mendapatkan kesempatan naik ke MotoGP, Ai Ogura menjalani sebagian besar perjalanan kariernya bersama Honda. Ia memulai langkahnya melalui Asia Talent Cup, kemudian berkompetisi di kelas Moto3 dan Moto2 bersama Honda Team Asia.

Perjalanan tersebut membuat Ogura dipandang sebagai salah satu pembalap yang berpeluang melanjutkan karier ke kelas utama bersama pabrikan Jepang itu. Kesempatan tersebut hampir terwujud pada 2024 melalui LCR Honda.

Namun, Ogura memilih menolak tawaran tersebut. Ia merasa belum siap untuk menghadapi tantangan MotoGP dan tidak ingin naik kelas hanya karena kesempatan itu tersedia.

Dalam wawancara eksklusif dengan Crash.net saat Grand Prix Indonesia, Ogura menjelaskan alasan di balik keputusannya tersebut.

"Saya menolak Honda karena belum siap untuk MotoGP. Selain itu, saya ingin memiliki satu gelar juara sebelum masuk ke MotoGP. Itulah dua alasan terbesarnya," ujar Ogura.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keputusannya bukan semata-mata karena persoalan tim atau motor. Ogura ingin memastikan dirinya memiliki bekal prestasi sebelum menghadapi persaingan dengan pembalap terbaik di kelas utama.

Ingin Meraih Gelar Juara Dunia Sebelum Naik Kelas

Alasan kedua Ogura berkaitan dengan ambisinya meraih gelar juara dunia sebelum naik ke MotoGP. Pada saat itu, ia masih memiliki target yang belum tercapai di kelas Moto2.

Alih-alih terburu-buru menerima kesempatan bersama Honda, Ogura memilih melanjutkan karier di kelas menengah dengan tim berbeda. Ia meninggalkan Honda Team Asia dan bergabung dengan MT Helmets-MSI untuk menjalani musim 2024.

Keputusan tersebut terbukti membuahkan hasil. Ogura berhasil merebut gelar juara dunia Moto2 pada 2024, sehingga memenuhi target yang telah ditetapkannya sebelum naik ke kelas utama.

Pencapaian itu sekaligus membuktikan bahwa menunda promosi tidak selalu merugikan seorang pembalap. Dalam kasus Ogura, kesempatan untuk menyelesaikan target di Moto2 memberinya pencapaian penting sebelum menghadapi tantangan baru di MotoGP.

Meski demikian, Ogura menjelaskan bahwa ia tidak merencanakan seluruh perjalanan kariernya sejak jauh-jauh hari. Menurutnya, keputusan yang diambil seorang pembalap sangat bergantung pada situasi, hasil balapan, dan peluang yang tersedia setiap musim.

Ia juga mengaku tidak terlalu memikirkan kembali keputusan masa lalunya karena merasa tidak ada gunanya terus membahas sesuatu yang sudah tidak bisa diubah. Ogura menegaskan bahwa dirinya puas dengan pilihan yang telah diambil.

Memilih Trackhouse Aprilia untuk Debut MotoGP

Setelah meraih gelar Moto2, Ogura akhirnya mendapatkan kesempatan naik ke MotoGP pada 2025. Namun, ia tidak bergabung dengan Honda seperti yang sempat diperkirakan, melainkan memilih Trackhouse Racing yang menggunakan motor Aprilia.

Keputusan tersebut membuka babak baru dalam kariernya. Ogura harus beradaptasi dengan karakter motor, tingkat persaingan, serta tuntutan teknis yang berbeda dari kelas Moto2.

Performa bersama Trackhouse kemudian membawanya meraih pencapaian penting. Pada Grand Prix Belanda 2026, Ogura mencatatkan kemenangan yang menjadikannya pembalap Jepang pertama yang memenangi balapan MotoGP sejak 2004.

Keberhasilan itu memperlihatkan bahwa Ogura mampu bersaing di kelas utama setelah menjalani proses panjang sebelum promosi. Pilihannya untuk tidak terburu-buru naik kelas juga menjadi bagian penting dari perjalanan menuju pencapaian tersebut.

Ai Ogura Bersiap Gabung Yamaha pada 2027

Setelah menunjukkan kemampuannya bersama Trackhouse Aprilia, Ogura akan menghadapi tantangan baru pada musim 2027. Ia telah mencapai kesepakatan untuk bergabung dengan tim pabrikan Yamaha dan menjadi rekan setim Jorge Martin.

Kepindahan ini menghadirkan tantangan tersendiri karena Yamaha masih berupaya membangun kembali daya saingnya di MotoGP. Pabrikan tersebut terakhir kali meraih kemenangan pada Grand Prix Jerman 2022.

Ogura menyadari bahwa perannya sebagai pembalap tidak hanya berkaitan dengan kecepatan di lintasan, tetapi juga memberikan masukan yang dapat membantu tim mengembangkan motor.

Ia menjelaskan bahwa tugas utamanya adalah mengerahkan kemampuan terbaik di atas motor dan menyampaikan evaluasi kepada tim. Adapun cara Yamaha memanfaatkan masukan tersebut menjadi bagian dari pekerjaan tim teknis.

Pengalaman bersama Aprilia diharapkan dapat menjadi bekal bagi Ogura ketika memulai petualangan barunya. Namun, keberhasilannya bersama Yamaha nantinya akan bergantung pada banyak faktor, termasuk daya saing motor, konsistensi performa, dan kemampuan beradaptasi.

Penutup

Dua alasan Ai Ogura menolak kesempatan bergabung dengan Honda pada 2024 adalah karena merasa belum siap menghadapi MotoGP dan ingin meraih gelar juara dunia sebelum naik ke kelas utama. Keputusan itu membawanya menjadi juara Moto2, menjalani debut bersama Trackhouse Aprilia, dan meraih kemenangan di MotoGP.

Perjalanan Ogura menunjukkan pentingnya kesiapan dan pencapaian sebelum mengambil langkah besar dalam karier olahraga profesional. Kini, setelah membuktikan kemampuannya di kelas utama, ia bersiap menghadapi tantangan baru bersama Yamaha pada 2027.

Referensi

Crash.net. Why Japan’s New MotoGP Superstar Said No to Honda.

Rapikan Alur Karier Ai OguraKurangi Pengulangan Alasan Ogura

Berita Terkait