Balap . 18/10/2026, 17:42 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Dalam wawancara yang sama, Horner juga membicarakan Toto Wolff, pimpinan Mercedes yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu rival utamanya di Formula 1. Horner mengapresiasi keberanian Wolff yang sebelumnya terbuka mengenai pengalamannya menghadapi depresi klinis.
Menurut Horner, keterbukaan mengenai persoalan kesehatan mental merupakan hal yang penting, khususnya bagi pria seusianya. Pengalaman menghadapi kecemasan membuatnya lebih memahami bagaimana seseorang dapat mengalami kesulitan mental meskipun dari luar tampak mampu menjalani kehidupan profesional dengan baik.
Horner juga menyinggung hubungan antara identitas seseorang dan pekerjaannya. Bagi banyak pria paruh baya, pekerjaan dapat menjadi bagian besar dari cara mereka mendefinisikan diri sendiri.
Ketika pekerjaan atau jabatan tersebut tiba-tiba hilang, seseorang bisa mempertanyakan kembali identitas, tujuan hidup, dan perannya di masyarakat. Horner menggambarkan situasi tersebut sebagai persimpangan yang memaksa seseorang memilih antara menyerah pada keadaan atau berusaha bangkit kembali.
Pernyataan itu memiliki relevansi dengan situasi Horner sendiri. Ia diberhentikan dari Red Bull dan hingga berita tersebut diterbitkan masih belum kembali menjalankan peran di Formula 1. Ia juga telah membantah rumor yang mengaitkannya dengan kemungkinan bergabung dengan Ferrari.
Kehilangan jabatan yang telah dijalani selama bertahun-tahun dapat menjadi perubahan besar, terutama ketika pekerjaan tersebut sudah melekat pada identitas pribadi. Karena itu, dukungan sosial, kemampuan beradaptasi, dan perhatian terhadap kesehatan mental dapat berperan penting ketika seseorang menghadapi perubahan karier.
Pengakuan Christian Horner memperlihatkan sisi lain kehidupan seorang tokoh penting Formula 1 yang selama ini dikenal tenang dan tegas. Di balik kesuksesannya memimpin Red Bull Racing selama 21 musim, ia ternyata pernah mengalami kecemasan dan serangan panik yang awalnya disangka sebagai kelelahan biasa.
Pengalaman tersebut juga sejalan dengan pemahaman medis modern bahwa tekanan berkepanjangan dapat berkaitan dengan gangguan kecemasan dan muncul melalui gejala fisik. Mengenali gejala, menjalani pemeriksaan medis, serta mencari bantuan profesional ketika diperlukan merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan.
Kisah Horner sekaligus menegaskan bahwa jabatan, prestasi, dan penampilan profesional tidak membuat seseorang kebal terhadap masalah kesehatan mental. Membicarakan pengalaman tersebut secara terbuka dapat membantu mengurangi stigma dan mendorong lebih banyak orang untuk mencari pertolongan.
Crash.net, Christian Horner Reveals Secret Battle With Panic Attacks During Time in F1.
The Guardian, Christian Horner: Red Bull, Formula One.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media