Balap . 20/10/2026, 15:00 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
fin.co.id - Mantan bos Red Bull di Formula 1, Christian Horner, mengungkapkan bahwa rasa hormatnya kepada Lewis Hamilton semakin besar setelah melihat sikap pembalap Inggris tersebut usai kehilangan gelar juara dunia F1 2021. Menurut Horner, Hamilton menunjukkan sikap profesional dengan tetap memberikan selamat kepada Max Verstappen dan menerima hasil balapan meskipun mengalami kekalahan yang sangat menyakitkan.
Momen tersebut terjadi pada Grand Prix Abu Dhabi 2021, salah satu balapan paling kontroversial dalam sejarah Formula 1. Hamilton yang saat itu memburu gelar juara dunia kedelapan harus mengakui keunggulan Verstappen setelah persaingan keduanya mencapai puncaknya pada putaran terakhir.
Hamilton dan Verstappen memasuki seri terakhir musim 2021 dengan jumlah poin yang sama. Situasi tersebut membuat Grand Prix Abu Dhabi menjadi penentu siapa yang berhak menyandang gelar juara dunia.
Sepanjang sebagian besar balapan, Hamilton berada di posisi yang menguntungkan untuk memenangkan gelar. Namun, kecelakaan Nicholas Latifi menjelang akhir lomba memicu masuknya safety car dan mengubah jalannya persaingan.
Direktur balapan saat itu, Michael Masi, mengizinkan sejumlah mobil untuk melewati safety car agar dapat kembali ke posisi putaran yang sesuai. Keputusan tersebut membuat Verstappen, yang menggunakan ban baru, berada tepat di belakang Hamilton menjelang putaran terakhir.
Verstappen kemudian menyalip Hamilton dan memenangkan balapan sekaligus gelar juara dunia pertamanya. Hasil tersebut memicu perdebatan luas mengenai penerapan prosedur safety car dan keputusan pengelolaan balapan.
Kontroversi itu juga menjadi salah satu peristiwa yang terus dibicarakan dalam sejarah modern Formula 1. Bagi Hamilton, kekalahan tersebut sangat berat karena ia kehilangan kesempatan meraih gelar juara dunia kedelapan, yang akan membawanya melewati rekor tujuh gelar milik Michael Schumacher.
Dalam wawancara di podcast High Performance, Horner mengenang bagaimana Hamilton menghadapi hasil akhir balapan tersebut. Ia mengakui bahwa rasa hormatnya terhadap pembalap Mercedes itu meningkat setelah menyaksikan reaksinya seusai balapan.
Horner memahami bahwa kekalahan tersebut bukanlah pengalaman yang mudah bagi Hamilton. Persaingan sepanjang musim berlangsung ketat, sementara peluang meraih gelar kedelapan akhirnya hilang pada putaran terakhir.
Meski demikian, Hamilton tidak menunjukkan reaksi berlebihan saat menghadapi hasil yang mengecewakan tersebut. Ia tetap bersikap profesional dengan berjabat tangan dengan Verstappen dan Horner, serta memberikan ucapan selamat kepada kubu Red Bull.
Horner juga menyoroti sikap ayah Hamilton, Anthony Hamilton, yang turut memberikan selamat setelah balapan berakhir.
Menurut Horner, tindakan tersebut menunjukkan pengendalian diri yang patut dihargai, terutama dalam situasi yang sangat emosional bagi seorang pembalap yang baru saja kehilangan kesempatan menjadi juara dunia.
Ia menilai sikap Hamilton pada saat itu membuat rasa hormatnya terhadap rival tersebut semakin besar. Bagi Horner, cara seorang pembalap menghadapi kekalahan dapat menjadi bagian penting dari penilaian terhadap profesionalisme dan karakter kompetitifnya.
Hasil Grand Prix Abu Dhabi 2021 tidak hanya memengaruhi Hamilton dan Verstappen, tetapi juga memicu reaksi besar dari para pendukung kedua tim.
Sebagian penggemar Hamilton menilai keputusan pengelolaan safety car telah merugikan pembalap Mercedes tersebut. Sebaliknya, pendukung Verstappen merayakan keberhasilan pembalap Belanda itu merebut gelar juara dunia pertamanya.
Horner mengakui bahwa situasi tersebut membuat Red Bull mudah dipandang sebagai pihak antagonis, terutama oleh penggemar Hamilton. Ia juga menilai pemberitaan dan narasi yang berkembang setelah balapan turut membentuk persepsi publik terhadap timnya.
Menurut Horner, persepsi tersebut berbeda di setiap kelompok pendukung. Red Bull dipandang sebagai pemenang oleh banyak penggemar Verstappen di Belanda, tetapi sebagian pendukung Hamilton melihat hasil itu dari sudut pandang yang berlawanan.
Perbedaan pandangan tersebut menunjukkan betapa besar dampak kontroversi Abu Dhabi terhadap citra kedua tim dan hubungan di antara para pendukung mereka.
Grand Prix Abu Dhabi 2021 menjadi salah satu contoh bagaimana keputusan pengelolaan balapan dapat memengaruhi hasil kompetisi sekaligus memicu perdebatan mengenai konsistensi penerapan aturan.
Federasi Otomotif Internasional atau FIA kemudian melakukan peninjauan terhadap peristiwa tersebut. Hasil peninjauan menyimpulkan bahwa terdapat kesalahan manusia dalam penerapan prosedur safety car pada akhir balapan, meskipun keputusan akhir balapan tetap dipertahankan.
Peristiwa itu juga mendorong perubahan dalam pengelolaan balapan Formula 1, termasuk pergantian Michael Masi dari posisinya sebagai direktur balapan setelah musim 2021.
Terlepas dari kontroversi yang menyertainya, sikap Hamilton setelah balapan menjadi salah satu bagian yang terus dikenang. Pengakuan Horner memperlihatkan bahwa rivalitas di lintasan tidak selalu menghapus penghargaan terhadap lawan.
Bagi Hamilton, kehilangan gelar pada putaran terakhir merupakan hasil yang sulit diterima. Namun, cara ia menghadapi situasi tersebut memberikan gambaran tentang pentingnya menjaga sikap profesional di tengah tekanan kompetisi tingkat tertinggi.
Pengakuan Christian Horner menunjukkan bahwa sikap Lewis Hamilton setelah Grand Prix Abu Dhabi 2021 meninggalkan kesan mendalam, bahkan bagi salah satu rival terbesarnya. Meski kehilangan kesempatan meraih gelar juara dunia kedelapan dalam situasi kontroversial, Hamilton tetap memberikan selamat kepada Verstappen dan kubu Red Bull.
Dari sudut pandang olahraga profesional, peristiwa ini memperlihatkan bahwa pencapaian seorang atlet tidak hanya dinilai dari kemenangan, tetapi juga dari cara menghadapi kekalahan. Sikap Hamilton menjadi bagian penting dari kisah persaingan F1 2021 yang hingga kini masih menjadi bahan pembicaraan.
Referensi:
Crash.net, Christian Horner Credits Lewis Hamilton’s Reaction to “Horrendous” 2021 Title Loss.
FIA, Abu Dhabi Grand Prix 2021: Analysis and Conclusions.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media