Balap . 21/10/2026, 14:33 WIB

Sebelum Pindah ke Mercedes, Horner: Hamilton Pernah Ingin Gabung Red Bull

Penulis : Makruf  |  Editor : Makruf

Namun, potensi keuntungan komersial itu belum cukup untuk membuat Red Bull mengejar kesepakatan tersebut dengan sungguh-sungguh. Pada akhirnya, peluang yang sempat dibicarakan dalam pertemuan rahasia itu tidak berujung pada kontrak.

Sementara itu, Helmut Marko, mantan penasihat Red Bull, dikabarkan tidak terlalu antusias dengan kemungkinan merekrut Hamilton. Salah satu pertimbangannya adalah dampak kedatangan Hamilton terhadap posisi Vettel, yang saat itu merupakan pembalap binaan Red Bull.

Jika transfer itu terwujud, Red Bull berpotensi memiliki dua juara dunia dengan karakter dan ambisi besar dalam satu garasi. Situasi tersebut dapat meningkatkan daya saing tim, tetapi sekaligus menghadirkan tantangan dalam mengelola hubungan kedua pembalap.

Hamilton Memilih Mercedes dan Meraih Kesuksesan Besar

Hamilton akhirnya meninggalkan McLaren pada akhir musim 2012 dan bergabung dengan Mercedes mulai 2013. Keputusan tersebut sempat menimbulkan keraguan di kalangan pengamat Formula 1 karena Mercedes belum memiliki dominasi seperti yang kemudian mereka tunjukkan.

Namun, pilihan Hamilton terbukti menjadi salah satu keputusan paling menentukan dalam sejarah kariernya.

Bersama Mercedes, Hamilton meraih enam gelar juara dunia tambahan, yakni pada 2014, 2015, 2017, 2018, 2019, dan 2020. Kesuksesan tersebut membuatnya mengoleksi tujuh gelar juara dunia, menyamai rekor Michael Schumacher.

Mercedes juga menjadi tim yang mendukung Hamilton selama era dominasi mesin turbo-hibrida yang dimulai pada 2014. Kombinasi kemampuan pembalap, pengembangan mobil, dan kekuatan organisasi membuat mereka menjadi kekuatan utama Formula 1 selama bertahun-tahun.

Setelah meninggalkan Mercedes, Hamilton memulai babak baru bersama Ferrari pada 2025. Kepindahan tersebut menjadi salah satu transfer paling menyita perhatian dalam beberapa tahun terakhir, mengingat statusnya sebagai salah satu pembalap tersukses sepanjang sejarah olahraga tersebut.

Jika kesepakatan dengan Red Bull pada 2012 benar-benar terwujud, perjalanan karier Hamilton mungkin akan mengambil arah yang sangat berbeda. Ia berpeluang menjadi rekan setim Vettel sekaligus menjadi bagian dari periode kejayaan Red Bull yang ditandai dengan empat gelar juara dunia pembalap secara beruntun pada 2010 hingga 2013.

Penutup

Pengakuan Christian Horner memperlihatkan bahwa Red Bull pernah menjadi salah satu pilihan yang dipertimbangkan Lewis Hamilton sebelum bergabung dengan Mercedes. Pertemuan rahasia di rumah Adrian Newey membuka kemungkinan terbentuknya duet Hamilton dan Sebastian Vettel, tetapi besarnya biaya perekrutan serta pertimbangan internal membuat kesepakatan itu tidak terwujud.

Keputusan Hamilton untuk memilih Mercedes kemudian menghasilkan enam gelar juara dunia tambahan dan mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pembalap terbesar Formula 1. Kisah ini juga menunjukkan bahwa keputusan transfer dalam olahraga motor tidak hanya ditentukan oleh kemampuan di lintasan, tetapi turut dipengaruhi faktor finansial, strategi tim, dan pertimbangan jangka panjang.

Referensi:

Crash.net, Christian Horner Claims Lewis Hamilton Wanted Red Bull Move in 'Secret Meeting'.

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com